Quantum Ikhlas
Di masa lalu ada seorang guru bijak yang selalu menyelenggarakan kuliahnya di bawah sebuah pohon yang tinggi dan besar menjulang ke langit. Suatu hari, ketika kelas sepi, anak laki-laki dari guru itu bertanya kepada ayahnya dari manakah langit, bumi, dan seluruh isinya berasal. Kemudian sang ayah memintanya mengambil satu buah yang sudah kering dan banyak terserak di bawah pohon besar itu, meminta untuk membelahnya dan melihat isinya. Ketika anak itu menemukan sebuah biji kering di dalamnya, sang ayah memintanya untuk membelahnya hingga ia akhirnya menemukan bahwa biji itu ternyata kosong, hampa, tidak terisi apa-apa. Sang ayah kemudian menjelaskan kepada anaknya bahwa seperti pohon raksasa yang sudah berusia ratusan tahun itu, segala sesuatu yang ada di alam semesta ini bermula dari suatu yang tidak ada, kosong, dan hampa.
Semua yang tampak berasal dari sesuatu yang tidak tampak. Semua yang bisa dilihat berawal dari sesuatu yang tidak bisa dilihat.
Kesuksesan hidup yang ingin kita raih dan sering digambarkan dalam bentuk rumah mewah, mobil baru, perhiasan mahal, harta benda, keluarga harmonis, tubuh sehat, serta status dan jabatan tinggi adalah segala sesuatu “yang terlihat”. Lalu dari manakah itu semua semua berasal? Apakah bentuk yang “tak terlihat” dari wujud kesuksesan itu?
Benarkah hanya ada satu cara “kerja keras” untuk mewujudkannya? Ataukah ada cara lebih cerdas dan elegan untuk untuk meraih semua itu? Untuk menjawabnya, kita perlu keluar dari comfort-zone pola pikir sukses kita untuk sejenak memasuki wilayah Quantum-zone yang akan merevolusi cara pandang kita tentang arti dan cara kita meraih sukses dan kebahagian hidup.
Sumber: Quantum Ikhlas
By: Erbe Sentanu

Komentar Terbaru