Sempurnakah Kita?
Pada suatu rentang masa di usia remaja saya, saya pernah merasakan semacam kekacauan dalam hidup saya, dan saya ingin mengubah itu melalui berbagai jalan. Namun saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan. Perubahan itu tak kunjung datang. Padahal saya melihat, banyak orang berhasil mengubah diri dengan belajar self development gaya barat, misalnya.
Saya heran, mengapa saya yang rasanya meminta dan berguru langsung dengan Tuhan Sang Pencipta tidak kunjung berhasil, sementara mereka yang hanya berguru dengan ciptaan tuhan malah banyak yang berhasil. Kok manusia malah lebih efektif dibandingkan Tuhan dalam mengajarkan keberhasilan hidup? Adakah yang salah? Bukankah Tuhan sudah menjamin akan memberikan apa pun yang manusia minta?
Berdoalah kepada-Ku niscaya akan kuperkenankan bagimu…
(QS. Al Mukmin:60)
jujur saja, jika kita bertanya apakah kita sudah merasa menjadi manusia yang sempurna, yang karena fitrah kemuliaan bisa mewujudkan berbagai niatnya dengan relatif mudah? Saya khawatir tidak. Oleh karena kalau kita sempurna, harusnya kita bisa lebih hebat dari kondisi sekarang. Hidup kita serba memuaskan, sukses dalam segala hal, baik karier, financial, keluarga, kesehatan, maupun hubungan dengan orang lain. Tapi mengapa kita tidak seperti itu?
Sebab, kita semua sudah lupa akan fitrah Kita sebagai manusia. Fitrah Kita sendirilah yang harus kita tuju, agar kita kembali mendapatkan hak ilahiah kita, yaitu menjadi sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bagaimana caranya?
Sumber: Quantum Ikhlas
By: Erbe Sentanu

Komentar Terbaru