BAB 1. WARISAN NABI
NAHDLATUL ULAMA vs. MUHAMMADIYAH
Pernah dengar nama Hasyim Asyari dan Ahmad Dahlan? Kebetulan mereka bedua pernah berguru kepada Ahmad Khatib bin Abdul Latif al-Minangkabawi. Seorang imam besar di Masjidil Haram di Mekah yang berasal dari Bukit Tinggi. Kemudian masing-masing mendirikan organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. (Bayangkan, mereka berdua belajar kepada guru yang sama, di tempat yang sama, dan pada waktu yang sama. Namun penafsiran mereka relatif berbeda satu sama lain.)
Yang apik dan menarik, Hasyim Asyari, selain ulama besar dan pahlawan nasional, ia juga orang kaya. Ia adalah pengusaha kuda, besi, dan hasil pertanian. Serupa dengan Ahmad Dahlan. Selain ulama besar dan pahlawan nasional, ia juga orang kaya. Ia adalah pengusaha batik dan pemilik beberapa sekolah. Konon ia berhaji yang pertama di usia 15 tahun. Dengan kata lain, baik pendiri NU maupun pendiri Muhammadiyah sama-sama berpegang teguh pada Warisan Nabi. Hm, apa maksunya?
8 Teladan Kekayaan
Sulit dipungkiri dan diingkari, para teladan itu mulai dari A sampai Z adalah orang-orang kaya. Ini adalah fakta sejarah.
- Pernahkah Nabi Muhammad itu miskin? Pernah, tapi hanya sebentar. Yang sesungguhnya, ia lebih lama kaya daripada miskin. Terbukti:
– Ia menjadi pedagang sejak usia 12 tahun dan menjadi pengusaha selama 25 tahun.
– Ia berdagang ke luar negeri setidaknya 18 kali, menjangkau Yaman, Syiria, Busro, Iraq, Yordania, dan Bahrain.
– Ia menyerahkan puluhan unta muda untuk mas kawin dan itu setara dengan ratusan juta rupiah.
– Ia memiliki banyak unta perah dan 20 untanya pernah dirampas oleh Uyainah bin Hishn.
– Ia memiliki unta pilihan (al-qashwa) dan keledai pilihan untuk memudahkan perjalan dan perjuangan.
– Hanya saja, ia sederhana. Makanya ia memiliki makanan, pakaian, dan alas tidur yang alakadarnya.
- Adakah sahabat Nabi yang tidak kaya? Diantara empat sahabat terdekat Nabi, ternyata hanya Ali bin Abu Thalib yang tidk kaya.
– Umar bin Khatab mewariskan 70.000 properti senilai triliunan rupiah. (Silahkan baca buku Fiqih Ekonomi Umar karya Dr. Jaribah.)
– Usman bin Affan mewariskan properti sepanjang wilayah Aris dan Khaibar seniali triliunan rupiah.
- Bagiamana dengan sahabat yang lain? Diantara epuluh sahabat Nabi yang dijamin masuk surga, ternyata hampir semuanya orang kaya. Salah satunya, Abdurrahman bin Auf. Meski sering bersedekah besar-besaran, namun ia masih mewariskan harta senilai triliunan rupiah.
- Bagaimana dengan istri kesayangan Nabi, Siti Khadijah? Ternyata ia lebih kaya daripada Nabi.
- Islam dibawa masuk ke Indonesia oleh para pedagang. Mereka adalah orang-orang kaya.
- Pimpinan Wali Songo, Maulana Maghribi, adalah orang kaya.
- Pendiri NU dan Muhammadiyah adalah orang-orang kaya.
- Serikat Dagang Islam yang turut memperjuangkan kemerdekaan negeri ini adalah sekumpulan orang kaya.
Yap, menjadi kaya ala Nabi, inilah yang kami maksud dengan Warisan Nabi. Mengetahui hal ini, maka kami pun terang-terang menyarankan: - Kalau memang Anda mencintai Nabi dan para sahabat, maka jangan kecewakan meeka. Teladani mereka. Pastikan Anda kaya!
- Kalau memang Anda ingin membalas jasa pimpinan Wali Songo dan Serikat Dagang Islam, maka jangan kecewakan mereka. Teladani mereka. Pastikan Anda kaya!
- Bagi Anda warga NU, jangan kecewakan Hasyim Asyari. Teladani dia. Pastikan Anda kaya!
- Bagi Anda warga Muhammadiyah, jangan kecewakan Ahmad Dahlan. Teladani dia. Pastikan Anda kaya!
- Kurang jelas apalagi?
Sumber : Percepatan Rezeki
By: Ipho Santosa

Komentar Terbaru