APA YANG MEMOTIVASI ANDA?
Jika seseorang bertanya kepada Anda, apa yang memotivasi Anda untuk pergi bekerja setiap hari? Jawabnya adalah, untuk mendapatkan gaji dan fasilitas, untuk meraih jabatan dan status atau untuk mencari ilmu, beribadah, bertanggungjawab, dan lain sebagainya. Banyak sekali hal yang dapat mendorong kita untuk pergi bekerja atau bergerak melakukan sesuatu. Namun, sebenarnya semua itu dapat disederhanakan dengan cara mengelompokkannya ke dalam tiga kategori, yaitu: To Be, To Have, dan Valency.
To Be adalah keinginan kita untuk menjadi, yang dikaitkan dengan proses untuk mengejar prestasi dengan memanfaatkan kelebihan yang kita miliki. Contoh to be adalah keinginan untuk menjadi pengusaha sukses bertaraf internasional atau keinginan menjadi manajer terbaik di perusahaan tempat bekerja.
To have adalah keinginan kita untuk memiliki sesuatu, yang dikaitkan dengan proses meraih benda-benda materi atau hasil akhir dari sebuah usaha, sebagai bentuk dorongan dari kesenangan duniawinya. Contoh to have adalah keinginan untuk mendapatkan gaji, tunjangan, fasilitas, rumah, mobil, popularitas, status, dan pujian.
Valency (valensi) adalah tingkat kualitas diri seseorang dalam mengarahkan hidupnya, yang dikaitkan dengan keseluruhan kapasitas yang ada dalam dirinya. Bahasan lebih lengkap telah diuraikan pada bab terdahulu. Contoh motivasi yang terkait dengan valensi adalah keinginan untuk menambah ilmu atau pengalaman, menempatkan bekerja (berkarya) sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan, atau bekerja sebagai bentuk aktualisasi dirinya.
Perlu Anda pahami dengan benar bahwa perbedaan to be dan to have terletak pada titik tujuan yang hendak dicapai. Bukan pada kata-kata yang Anda pergunakan untuk menjelaskan motivasi. Misalnya adalah ketika Anda mengatakan, ingin menjadi manajer. Pernyataan di dalam kalimat itu bisa berarti to be, bisa juga to have. Sangat tergantung dari apa yang menjadi fokus pengejarannya. Kalau yang Anda kejar adalah gaji manajer atau fasilitas manajer, keinginan itu merupakan to have. Tetapi, kalau yang Anda kejar adalah kesempatan berprestasi yang lebih besar dan tanggung jawab sebagai seorang manajer, keinginan itu disebut to be.
Demikian juga dengan kalimat “saya ingin menjadi manajer terbaik”. Dalam paragraf sebelumnya, kalimat ini saya tetapkan sebagai contoh dari to be. Tetapi sebetulnya tergantung pada fokus yang dikejar. Kalau sekadar ingin mendapatkan pengakuan dan pujian dari banyak orang, kalimat tadi menjadi kalimat to have. Motivasi itu akan menjadi to be apabila yang dikejar adalah prestasi sebagai seorang manajer, sebagai buah dari keberhasilan kita memanfaatkan seluruh kemampuan yang dimiliki.
Motivasi kita adalah kombinasi kekuatan dari ketiga unsur tersebut sehingga rumus motivasi adalah:
Motivasi = To Be x To Have x Valensi
Rumus motivasi tersebut sejalan dengan teori motivasi yang dikemukakan oleh Lawler and Potter (1968). Lawler and Potter mengatakan bahwa motivasi adalah faktor dari pengharapan, yakni seberapa jauh usaha kita akan membuahkan prestasi dikalikan dengan pengharapan seberapa jauh prestasi kita akan memberikan hasil dikalikan dengan derajat kepentingan dari aktivitas yang dilakukan.Type equation here.
M = ( U → P ) X ( P → H ) X VALENSI
Perlu dipahami bahwa valensi yang dimaksud oleh Lawler and Potter sedikit berbeda dari valensi yang telah kita bahas pada bab terdahulu ataupun pada rumus motivasi di atas. Valensi pada teori Lawler and Potter mengacu pada nilai dari aktivitas yang akan dilakukan. Sedangkan, valensi dalam buku ini mengacu pada kualitas dan kapasitas diri seseorang, meski valensi (nilai kapasitas diri) seseorang inilah yang memang kemudian menentukan atau menakar valensi (derajat kepentingan/nilai) dari pekerjaan yang dia lakukan.
Upaya yang dilakukan untuk bisa meraih prestasi (U → P) adalah bentuk lain dari to be kaena upaya itu merupakan proses untuk menjadi sesuatu atau menjadi seseorang dengan prestasi tertentu. Sedangkan, upaya mengubah prestasi menjadi hasil (P → H) adalah bentuk lain dari to have karena merupakan proses yang ditempuh untuk bisa memiliki sesuatu sebagai hasil dari usaha.
Dari rumus motivasi di atas dapat disimpulkan bahwa supaya kita bisa memiliki motivasi yang tinggi maka kita harus memiliki to be yang tinggi, to have yang tinggi, dan valensi yang juga tinggi.
Motivasi = To Be x To Have x Valensi
Seseorang yang memiliki keinginan besar untuk bisa meraih prestasi dan besar pula keinginan memilikinya serta memiliki valensi yang tinggi, secara otomatis ia pasti memiliki motivasi besar.
Sumber: Buku Kubik Leadership

Komentar Terbaru