MENDEFINISIKAN MOTIVASI
Secara umum, sebenarnya ada dua faktor yang mendorong manusia melakukan sesuatu, yaitu untuk mendapatkan kenikmatan (gaining pleasure) dan menghindari ketidaknyamanan (avoiding pain). Contoh dari “mendapatkan kenikmatan” adalah keinginan berprestasi, mendapat penghasilan yang layak, atau mendapatkan kebaikan baik materi maupun batin. Sedangkan, “menghindari ketidaknyamanan” misalnya adalah menghindari rasa malu, rasa takut, lingkungan yang buruk, kekhawatiran, atau menjauhi kesengsaraan dan penderitaan.
Pada 1959, Frederick Herzberg menemukan bahwa para manajer yang mencoba menghilangkan faktor-faktor yang dapat menimbulkan ketidakpuasan kerja, seperti peraturan dan kebijakan perusahaan yang merugikan, gaji yang kurang, hubungan buruk dengan atasan, kondisi kerja yang tidak kondusif dan lainnya, mungkin dapat memberikan rasa nyaman untuk karyawannya, tetapi tidak berarti mereka menjadi lebih termotivasi untuk bekerja (Herzberg’s motivastion-hygience theory).
Temuan Herzberg menunjukkan bahwa “menghindari ketidaknyamanan” tidak bisa dijadikan sebagai dasar motivasi seseorang. Walaupun “menghindari ketidaknyamanan” dapat mendorong seseorang melakukan sesuatu, tetapi dorongan itu akan segera hilang bersama dengan hilangnya ketidaknyamanan tersebut. Oleh sebab itu, Kubik hanya menggunakan faktor “mendapatkan kenikmatan” sebagai dasar konsep motivasi manusia karena secara kodrat manusia ingin terus mendapatkan kenikmatan.
Sumber: Buku Kubik Leadership

Komentar Terbaru