• Valensi Anda cenderung tetap
Nilai valensi cenderung tetap. Banyak orang merasa nilai valensinya bertambah seiring bertambahnya usia. Ini tidak benar. Ingat saja kata-kata dalam sebuah iklan rokok baru-baru ini: “Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan!” artinya seseorang bisa 20 tahun lebih tua, namun nilai valensinya tetap tidak berubah. Kalaupun ada, perubahan itu hanya perubahan kecil yang kenaikannya tidak terlalu signifikan. Pada kebanyakan orang, kenaikan minor seperti ini sering kali langsung disertai dengan penurunan minor juga. Jadi, impas! Secara jangka panjang, nilai valensi kita tidak berubah.
Kenapa valensi cenderung tetap? Bukankah perubahan itu bagian dari kodrat manusia? Bukankah manusia memiliki kemampuan untuk mengubah nasibnya sendiri?
Valensi cenderung tetap karena dia seperti sebuah karang semen yang menempel pada kepala kita. Bayangkan sebuah gelas kosong. Pengetahuan yang kita dapat dari buku maupun pengalaman hidup, bagaikan udara yang dituang ke dalam gelas tadi. Karena sifatnya seperti udara, pengetahuan itu mudah masuk dan juga mudah keluar.
Namun, apabila Anda mempelajari kembali berulang-ulang, merenungkan dengan serius, serta memahami secara menyeluruh setiap konsep dan pesan-pesannya, udara tadi berubah menjadi air jernih. Kalau pengetahuan itu kemudian diamalkan dan dipraktikkan berkali-kali, sehingga Anda menjadi semakin yakin, maka air jernih tadi berubah menjadi larutan. Semakin diamalkan, larutannya semakin kental. Setelah diamalkan dan diajarkan kepada anak, istri atau suami, sahabat, rekan kerja atau siapa saja, maka larutan itu berubah lagi menjadi larutan semen. Lama kelamaan, larutan semennya mengering dan berubah menjadi sebuah karang kuat yang menempel pada gelas. Itulah valensi Anda. Sebuah karang semen di kepala Anda.
Bagaimana Anda bisa mengubah sebuah karang semen? Bagaimana Anda bisa mengubah sekumpulan keyakinan dan pengalaman yang telah mendarah daging selama puluhan tahun? Bagaimana pula Anda mengubah sebuah karang semen yang telah menjadi simbol eksistensi diri Anda? Jawabannya, sulit! Oleh karena itu, valensi sering menjadi sebuah konstanta diri kita. Dia cenderung tetap dan tidak berubah.
Perhatikan cuplikan kolom Konsultasi Psikologi asuhan Leila CH Budiman di harian Kompas tanggal 7 Juli 2005.
Sumber: Buku Kubik Leadership

Komentar Terbaru