FOKUSLAH PADA TO BE DAN VALENSI
Jim Collins pada 1994 melakukan penelitian terhadap delapan belas perusahaan visioner yang mampu bertahan lama dalam rangka mencari kunci utama keberhasilan perusahaan-perusahaan tersebut. Collins menyimpulkan hasil penelitiannya sebagai berikut:
”Berlawanan dengan doktrin dalam sekolah bisnis, kami tidak menganggap “memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham” atau “memaksimumkan laba” sebagai tenaga pendorong yang dominan atau tujuan utama dari perusahaan-perusahaan visioner sebagaimana terlihat dalam sejarahnya… (mereka) menunjukkan bahwa bisnis lebih dari sekadar kegiatan ekonomi, lebih dari sekadar mencari uang… kami melihat bahwa ideologi inti lebih penting daripada pertimbangan masalah ekonomi. Dan inilah kunci utamanya, perusahaan-perusahaan visioner mempunyai ideologi inti yang mengangkat mereka ke derajat yang lebih tinggi.”
Collins mendefinisikan ideologi inti sebagai paduan dari nilai inti dan tujuan yang dimiliki oleh sebuah organisasi. Nilai inti adalah esensi dari organisasi dan merupakan ajaran yang abadi, sedangkan tujuan adalah suatu alasan yang fundamental mengapa suatu organisasi hadir lebih dari sekadar mencari keuntungan. Jika Anda perhatikan, nilai inti merupakan perwujudan dari valensi sebuah organisasi dan tujuan menunjukkan to be yang ingin diraihnya.
Berikut ini adalah contoh ideologi inti dari beberapa perusahaan visioner yang diteliti Collins, Merck: “Kami berada dalam bisnis untuk menyembuhkan dan meningkatkan kehidupan manusia”. General Electric: “Mengembangkan kualitas kehidupan melalui teknologi dan inovasi”. Hewlett-Packard: “Kami hadir sebagai perusahaan yang memberikan kontribusi”. Sony: “Menciptakan pengalaman yang menyenangkan yang berasal dari aplikasi dan inovasi teknologi maju yang bermanfaat bagi masyarakat umum”. Walt Disney: “Membawa kebahagiaan kepada jutaan umat manusia”.
Dengan demikian, jelas sudah bahwa perusahaan-perusahaan visioner tersebut meraih kesuksesan jangka panjang (dan akhirnya kemuliaan) karena mereka berfokus hanya pada to be dan valensi dan mengabaikan to have. Bagaimana dengan Anda?
Sumber: Buku Kubik Leadership

Komentar Terbaru