Valensi Anda juga berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan Anda. Orang yang valensinya tinggi, berpeluang lebih besar untuk meraih kesuksesan yang lebih baik. Untuk dapat memahami valensi dengan lebih baik, di bawah ini saya uraikan beberapa hal penting berkaitan dengan valensi:

• Valensi adalah modal kerja Anda yang paling utama
Sebagian orang mengatakan, modal paling penting adalah kapital atau uang. Itu tidak benar. Katakanlah, seorang investor memberikan uang yang sama besar kepada A dan B masing-masing Rp200 juta sebagai modal usaha. Karena A memiliki valensi lebih tinggi dibanding B, A akan mampu mengelola usahanya lebih baik daripada B. Setelah lima tahun, usaha A bisa menghasilkan keuntungan lebih banyak dibanding usaha B.
Orang yang bervalensi tinggi dapat memanfaatkan apa pun yang mereka miliki sebagai aset untuk meraih sukses. Bustaman, pemilik Rumah Makan Sederhana, pada tahun 1971 membuka warung nasi di Bendungan Hilir, Jakarta dengan modal Rp.15.000 yang kemudian ditambah uang istrinya Rp30.000. dalam waktu hanya dua tahun ia bisa membeli dua kios. Beberapa tahun kemudian Bustaman memperoleh kredit sejumlah Rp30 juta yang digunakan untuk membuka beberapa rumah makan. Kemudian Bustaman menggandeng mitra kerja lainnya sehingga kini ia menguasai lebih dari 30 Rumah Makan Sederhana. Omzet usaha yang dikelolanya kini mencapai 2,7 miliar per bulan.

Valensi yang dimiliki Bustaman memungkinkan ia mengelola usahanya dengan benar dan mendapat kepercayaan dari bank dan memperluas jaringan dengan banyak mitra kerja. Valensi adalah modal kerja Bustaman yang paling utama. Jika Anda pengusaha coba bandingkan diri Anda dengan pengusaha lain yang memulai usaha dengan kondisi relatif sama dengan Anda. Dalam jangka waktu yang sama, siapa yang berhasil membukukan keuntungan berusaha dengan cara-cara halal dan beretika. Kalau ternyata Anda lebih berhasil, bisa jadi valensi Anda lebih tinggi dibandingkan valensi pengusaha itu.

Jika Anda karyawan, cobalah lihat rekan-rekan kerja yang masuk di perusahaan pada tahun yang sama, dengan pendidikan dan usia yang juga sama. Adakah di antara mereka yang kariernya menanjak lebih cepat daripada Anda? Kalau memang ada, dan tinggi dibanding valensi Anda. Itulah kekuatan valensi. Itulah modal kerja diri yang paling utama.

Sumber: Buku Kubik Leadership

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter