6. ALLAH MENDIDIK KITA UNTUK BERHARAP

Allah pernah berfirman, “Wahai anak Adam, bersungguh-sungguhlah engkau dengan kecukupan dan Aku akan memenuhi dada engkau dengan kecukupan dan Aku akan menanggung kefakiran engkau. Bilamana engkau tidak melakukannya, maka Aku akan memenuhi dada engkau dengan kesibukan dan Aku tidak akan menganggung kefakiran engkau.” Itu artinya, dengan ibadah yang sungguh-sungguh, kita boleh berharap dicukupkan dan dijauhkan dari kefakiran.

Lebih jauh lagi, berharap kepada Allah itu memang fitrahnya manusia. Karena Allah-lah yang telah mendidik kita untuk berharap dengan adanya kemudahan dan kesulitan, pahala dan dosa, surga, dan neraka. Akhirnya, harapan demi harapan pun terbesit di hati manusia. Right?
• Diimbuhkan oleh Nabi, “Sesungguhnya, pahala (ganjaran) engkau sesuai dengan kadar kepayahan dan nafkah engkau.”
• Bukankah Allah sengaja meninggikan ganjaran bersedekah sesuatu yang dicintai ketimbang bersedekah sesuatu yang biasa-biasa saja?
• Bukankah Allah sengaja meninggikan ganjaran berumrah di bulan Ramadhan ketimbang berumrah di bulan lainnya?
• Bukankah Allah sengaja meninggikan ganjaran berpuasa sunnah dua hari ketimbang berpuasa sunnah satu hari?
• Bukankah Allah sengaja meninggikan ganjaran sholat dhuha delapan rakaat ketimbang sholat dhuha dua rakaat?
• Bukankah Allah sengaja meninggikan ganjaran berzikir semalaman ketimbang berzikir sekadarnya?

Omong-omong, kenapa orang zikir matanya merem? Mungkin karena ingin lebih khusyuk. Terus, kenapa ayam berkokok matanya merem? Nah, itu karena sudah hapal teksnya! Hehehe!

Sumber: Percepatan Rezeki
By: Ippho Santosa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter