• Valensi adalah kemudi hidup Anda

Valensi akan menentukan arah kehidupan kita. Valensi juga bisa menentukan target apa yang hendak dicapai dalam hidup kita. Suatu ketika saya memberi pelatihan kepada penghuni Lembaga Permasyarakatan anak Tangerang. Mereka rata-rata berusia 17 tahun, berpendidikan SMP, dan berasal dari keluarga miskin. “Apa mimpi besar kalian?” tanya saya. Sebagian menjawab “saya mau jadi buruh di pabrik konveksi.” Yang lain menjawab, “membuka kios jahit,” atau “Membuka toko kue kecil-kecilan.” Saya tanya lagi, “Apa kalian tidak mau punya pabrik konveksi, atau supermarket besar?” mereka menggeleng, “tidak mungkin! Bisa diterima kerja aja udah syukur banget .”

Saya jadi mengerti bahwa siapa pun termasuk saya, tidak bisa memaksa mereka memiliki target hidup lebih tnggi dan lebih berani. Arah dan target hidup mereka telah ditentukan oleh valensi mereka sendiri. Dan jawaban mereka merupakan cerminan dari valensi yang mereka miliki.

Cerita lain tentang supir yang sudah lebih dari 15 tahun bekerja pada ayah saya. Saya tanya, apa yang paling ingin ia lakukan dalam hidupnya. Ia menjawab, “Pulang dan menanam pohon salak di kampung.” Lain halnya dengan supir pengganti. Majikannya terdahulu seorang pejabat BUMN yang menawarinya bekerja sebagai supir resmi perusahaan dan juga sebuah rumah.

Tapi apa yang terjadi? Tidak lama kemudian dia justru minta berhenti kerja! Alasannya? Coba bayangkan! Dia tidak mau jadi supir seumur hidup karena tidak memiliki waktu luang untuk melakukan apa yang paling dia inginkan dalam hidupnya. Setelah beberapa lama menganggur, dia mendapat pinjaman modal Rp4 juta untuk membuka warung soto di depan kantor ayah. Di waktu luang, ia juga menjadi supir pengganti, untuk mengumpulkan tambahan modal usaha.

Sekarang, selain warung soto, dia sudah memiliki kantin di kantor Pertamina dengan satu karyawan. Saya tanya apa rencananya ke depan? Dia jawab, “Saya ingin buka restoran di Jalur Pantura dan lokasi-lokasi strategis lain di Indonesia.” Dari cerita ini, kita bisa simpulkan, dua orang supir dengan umur yang relatif sama, tapi memiliki arah hidup yang sangat berbeda. Apa yang membuat meeka berbeda? Anda sudah tahu, valensi mereka!

Sumber: Buku Kubik Leadership

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter