Mengasah Intuisi

Intuisi, inilah salah satu kelebihan manusia yang tidak dimiliki malaikat sekalipun. Yang dengan ini, manusia dapat mengambil keputusan seribu kali lebih tajam dan lebih cepat daripada analisa biasa. Hebat kan?

Dalam seminar dan pelatihan, saya sering memutar video tentang intuisi dan inilah pokok-pokoknya:
– Mulailah dengan yang kanan (otak kanan)
– Maksudnya, otak kanan dulu, baru otak kiri
– Intuisi dulu, baru analisa
– Blink dulu, baru think

Seterusnya, intuisi itu dapat berangkat dari empat titik tolak, yaitu:
– Natural. Ini semacam bawaan lahir seseorang.
– Rasional. Ketika anda mendalami suatu bidang terus-menerus, maka intuisi Anda akan sangat tajam dan cepat untuk bidang tersebut. Karena itulah, seorang montir dapat menebak kerusakan sebuah mobil, tanpa memeriksanya sama sekali. Karena itulah, seorang bankir dapat menebak kesalahan dalam satu laporan keuangan, tanpa memeriksanya sama sekali. Walaupun itu tidak selalu terjadi.
– Emosional. Ketika hubungan Anda sangat erat dengan seseorang, maka intuisi Anda terhadap orang tersebut akan sangat tajam dan cepat. karena itulah, seorang ibu dapat mengetahui anaknya sakit, padahal anaknya tinggal di luar kota dan tidak ada kabar sama sekali.Karena itulah, seorang istri dapat mengetahui suaminya selingkuh, padahal tidak ada bukti dan tidak ada saksi sama sekali. Masih ingat soal buhul (ikatan) yang saya singgung dalam jam Sepasang Bidadari?
– Spiritual. Ketika anda mendekatkan diri terus-menerus dengan Yang Maha Kuasa, mudah-mudahan Dia akan ‘membisiki’ Anda tentang sesuatu atau seseorang. Bisa jadi itu tentang masa sekarang, bisa jadi itu tentang masa mendatang.

Semua titik tolak di atas dapat diupayakan, kecuali titik tolak natural. Nah, kali ini saya akan mengulas tentang titik tolak spiritual. Dan perkenankan saya mengulasnya dalam bahasa Facebook. Begini:
– Pertama-tama Tuhan mesti add sebagai friend.
– Terus, banyak-banyaklah ganti status dengan Dia.
– Terus, banyak-banyaklah komunikasi wall to wall dengan Dia.
– Nah, begitu Anda sudah akrab dengan Dia, mudah-mudahan Anda akan sering mendapat notification dari Dia.
– Sehingga intuisi Anda bisa lebih peka terhadap sesuatu atau seseorang.
– Lama-kelamaan Anda bisa lebih memahami transaksi dan partner yang tepat untuk Anda. Karena Dia sendiri yang langsung membimbing Anda.

Barangkali, muncul satu pertanyaan. Gimana sih caranya agar kita bisa akrab dengan Dia? Yah, cobalah bisnis modal dengkul dan bisnis modal jidat. Modal dengkul maksudnya sering-sering bersimpuh. Model jidat maksudnya sering-sering bersujud. Sejauh ini saya mengamati, orang yang rajin mengingat Yang Maha Kuasa, rajin beribadah malam, rajin berpuasa, rajin membaca kitab suci, dan rajin memberi, maka intuisinya sangatlah tajam dan cepat. Dampak lain bagi orang yang rajin melakukan yang beginian, maka kata-katanya akan ber energi. Ngomong sedikit saja, niscaya kata-katanya akan didengarkan oleh orang lain dengan sungguh-sungguh. Hm, ini boleh Anda coba.

Di awal bab, Anda sudah tahu bahwa Golongan Kiri itu suka diatur-atur. Makanya, cocok jadi bawahan. Kebalikannya, Golongan Kanan tidak suka diatur-atur. Makanya, cocok jadi atasan. Di awal bab, Anda juga sudah tahu bahwa atasan atau pemimpin itu lebih intuitif daripada bawahan atau pengikut. Ingatlah, ketika anda mengalami ketumpahan data, maka tidak akan cukup-cukupnya waktu untuk menganalisa data itu satu per satu. Inilah yang sering terjadi akhir-akhir ini, terutama di level pemimpin. Sebaliknya, Ketika anda mengalami kekeringan data, lha, apa yang mau di analisa? Berhadapan dengan dua keadaan inilah ketumpahan data dan kekeringan data maka diperlukan intuisi. Right?

Berhubung saya sering bertemu orang-orang baru dari setiap minggunya, maka biasanya intuisi saya terhadap orang-orang baru cukup tajam dan cepat. Inilah intuisi dengan titik tolak rasional. Misalnya, ketika itu, saya bisa menebak sifat-sifat calon istri saya dan seluruh anggota keluarganya hanya dalam sekian detik, hanya dalam satu kali pertemuan. Dan yang seperti ini hampir selalu saya alami. Namun saya juga pernah silap.

Suatu waktu di Batam saya bertemu dengan seorang laki-laki yang tutur katanya Sangat agamis. Saya rasa dia orang baik, dipercaya. Kami pun membuat satu kesepakatan. Suatu hari, ketika bisnis pribadinya kocar-kacir, ia kembali ke Bandung dan berbuat sesuatu yang merugikan bisnis saya. Mangkir. Terus, saya ajak dia bicara baik-baik, “Edi, kamu tahu ‘kan, tindakan kamu itu merugikan bisnis saya? ” Langsung saja ia menjawab dengan kasar, ” Ah, dalam bisnis rugi itu sudah biasa! ” Hilang sudah tutur katanya yang agamis. Kabar terakhir saya dengar, orang-orang sangat menyesal setelah berurusan dengannya. Ternyata intuisi saya telah meleset. Orang ini memang tidak bisa dipercaya. Jadi, amatlah penting untuk terus-menerus mengasah intuisi.

Sumber: 7 Keajaiban Rezeki
By: Ippho Santosa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter