Mengubah Diri

Tolong Anda garis bawahi, kreativitas itu bukan cuma soal aneh-aneh. Ketahuilah, kreativitas juga meliputi semangat perubahan.

Terlepas dari itu, sejenak pikirkan sebuah alat yang berperan untuk:
– Beribadah
– Mencari rezeki
– Melindungi keluarga
– Menghadirkan keturunan
– Dan masih banyak lagi

Begitu besar perannya! Dan tahukah Anda, alat apakah itu? Itulah tubuh Anda! Karenanya, tubuh yang sehat menjadi nikmat kedua terbesar. (Sedangkan nikmat terbesar dari-Nya adalah iman.) Nah, sebagai alat yang sedemikian besar perannya, apakah ianya boleh dirusak? Tentu saja, tidak boleh! Sekecil apapun, tetap saja tidak boleh! Namun sebagian dari kita sering merusak alat ini, baik secara sadar maupun tidak sadar.misalnya, dengan merokok, tidur telat, bangun telat, makan berlebihan, kerja berlebihan, dan tidak berolahraga. Yah, tidak perlu tersinggung. Mari kita sama-sama intropeksi.

Soal merokok. Bayangkan, sejenis asap yang lebih jahat dari pada asap motor, Anda hembuskan di sekitar orang-orang yang Anda sayangi. Itu artinya, Anda sengaja merusak kesehatan paru-paru dan jantung mereka, hanya karena Anda tidak dapat menahan diri.sebagian mungkin beralasan bahwa rokok itu menghasilkan pajak yang besar dan membuka lapangan kerja yang luas. Kalau cuma itu alasannya, yah, narkoba, perjudian dan pelacuran malah lebih menggiurkan.

Tentu kita maklum, walau itu semua ada manfaatnya, tapi jauh lebih besar mudharatnya.Lha, apa salahnya, mulai sekarang Anda berubah dengan mengurangi merokok terus-menerus. Dengarkan saya. Sekiranya Anda adalah perokok berat, kemudian berhenti merokok karena membaca buku ini, maka segeralah SMS saya. saya berjanji, saya akan mendoakan keberkahan dan keberlimpahan untuk Anda dan keluarga Anda. Yah, inilah traktir doa dari saya. Serius, saya tunggu SMS dan kabar baik dari Anda.Sip?

Sekarang, soal tidur telat dan bangun telat. Tahukah Anda, ilmu otak kanan, ilmu agama dan ilmu kesehatan justru mengajarkan sebaliknya? tidur awal dan bangun awal. Apa untungnya? Jika anda mau merutinkannya selama 99 hari berturut-turut, maka badan Anda akan terasa lebih ringan dan pikiran Anda akan terasa lebih jernih. Dijamin! Anda boleh pegang kata-kata saya. Percayalah, yang susah itu memulai. Lebih susah lagi, membiasakan. Tapi kalau sudah dimulai dan dibiasakan, maka hampir-hampir tidak mungkin dihentikan. Dan saya tahu Anda siap, karena Golongan Kanan itu memang selalu siap dengan perubahan.

Tolong anda garis bawahi sekali lagi, kreativitas itu bukan cuma soal aneh-aneh. Kreativitas juga meliputi semangat perubahan. Idealnya, tentu Anda berubah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Hanya saja, kadang itu tidak semudah yang diucapkan. Betul sekali, tidak semudah yang diucapkan.

Nah, terkait itu, saya punya saran praktis untuk Anda. Apa itu? Manfaatkanlah momentum-momentum perubahan. Seumpama:
– tamat sekolah
– tamat kuliah
– merantau
– menikah
– mempunyai anak
– berhaji
– sakit keras atau sembuh dari sakit keras
– musibah atau selamat dari musibah -meninggalnya orang-orang terdekat

Katakanlah:
– Anda ingin merutinkan shalat Dhuha. Nah, bertekatlah, ketika mempunyai anak nanti, Anda akan merutinkan salat Dhuha. Untuk awal-awal, salat dhuha 3 menit sehari juga tidak apa-apa. Kemudian barulah ditingkatkan. Hei, jangan salah, ini adalah salat rezeki. Dan silakan temukan penjelasannya di Perisai Langit.
– Anda ingin merutinkan salat tahajjud. Nah, bertekatlah, ketika merantau nanti, anda akan merutinkan shalat tahajjud. Lagipula, ini tidak seberat yang Anda pikirkan. Pakai otak kanan Anda. Untuk awal-awal, bangunlah 20 menit sebelum waktu subuh, terus shalatlah 3 menit. Kemudian, barulah ditingkatkan. Jangan salah, ini juga salah rezeki.
– Namun, tolong diingat baik-baik, memanfaatkan momentum-momentum perubahan seperti ini adalah cara terakhir untuk berubah. Karena saya tahu persis, Anda siap berubah kapan saja tidak harus menunggu  momentum-momentum perubahan. Apalagi Golongan Kanan itu memang senantiasa siap dengan perubahan.Right?

Sesaat, kita tengok sejarah Islam. Terdapatlah serentetan peristiwa penting, sebut saja:
– Terancamnya Ka’bah oleh pasukan gajah dan lahirnya Muhammad.
– Turunnya wahyu pertama dan diangkatnya Muhammad menjadi nabi.
– Isra Mi’raj dan turunnya perintah shalat.
– Berhajinya Nabi Muhammad dan sempurnanya syariat.
– Tak diragukan lagi, itu semua adalah peristiwa penting. Namun, tidak satupun dijadikan an penentuan kalender Islam. Lantas, peristiwa apa yang dijadikan penentuan? tidak lain tidak bukan, hijrahnya Nabi Muhammad dan para sahabat dari Mekah ke Madinah. Ngomong-ngomong soal hijrah, Anda tahu kan apa pesan tersirat nya? Yah, apalagi kalau bukan semangat perubahan. Saya harap Anda setuju dengan saya.

Sumber: 7 Keajaiban Rezeki
By: Ippho Santosa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter