Ketika Golongan Kanan Mengendalikan Dunia

Dari Sabang sampai Merauke, barangkali hanya saya dan segelintir inspirator yang berpihak di kanan. Kebanyakan inspirator berpihak di Kiri. Sementara, sebagian inspirator memilih untuk imbang kanan-kiri. Akan tetapi, bukankah dunia ini menuntut keseimbangan? Itu betul! Makanya, pemimpin yang kanan, pengikut yang kiri. Pengusaha yag kanan, karyawan yang kiri. Orang kaya yang kanan, orang miskin yang kiri. Generalis yang kanan, spesialis yang kiri. Penjual yang kanan, akuntan yang kiri. Imbang ‘kan?

Mari kita buktikan salah satunya. Pemimpin itu adalah Golongan Kanan:
-Bukankah pemimpin itu mesti lebih kreatif daripada pengikut?
-Bukankah pemimpin itu mesti lebih imajinatif?
-Bukankah pemimpin itu mesti lebih intuitif?
-Lebih impulsif dan lebih lateral. Yang namanya pengikut, Yah sebaliknya, mesti urut-urut dan terencana.
-Lebih berani menghadapi perubahan dan risiko. Yang namanya pengikut, yah sebaliknya, menghindar perubahan dan risiko.
-Lebih memandang keseluruhan (holistik).
-Lebih memahami tersirat (implisit)
-Lebih menguasai hubungan-hubungan (interpersonal)
-Itu artinya, kalau Anda pemimpin, kalau Anda ingin menjadi pemimpin, maka Anda harus cenderung kanan.
-Makin tinggi, yah makin kanan. Kirinya sekadarnya saja.
-Lagi pula, pekerjaan kiri masih bisa diakilkan kepada orang lain.

Begitulah, otak kanan itu tidak terkira pentingnya. Bahkan, otak kanan itu tidak terkira pentingnya. Bahkan menurut saya, asahlah otak kanan untuk hijrah ke siis kanan dalam Cashlow Quadrant-nya Robert Kiyosaki, seorang pengajar ilmu kekayaan.
-Bukankah penghuni kuadran kanan seperti pengusaha dan investor itu cemerlang otak kanannya? Sebaliknya, bukankah penghuni kuadran kiri seperti karyawan dan profesional itu cemerlang otak kirinya?
-Robert Kiyosaki saja belum tau korelasi antara kuadran kanan dengan otak kanan. Ia juga belum tahu bahwa Ayah Kaya (Rich Dad) itu adalah Ayah Kanan (Right Dad). (Maaf Robert Kiyosaki, mestinya Anda baca buku saya sebelumnya, 10 Jurus Terlarang!)
-Meski begitu, Robert Kiyosaki telah menyimpulkan bahwa dunia ini disesaki oleh Golongan Kiri. Lebih lanjut menurutnya, Golongan Kiri sering berujar, “Kalau Anda sependapat dengan saya, Anda cerdas. Kalau tidak, Anda idiot.” Begitulah Golongan Kiri. Dengan gampangnya ia mengganggap pendapatnya yang terbaik. Saklek.
-Pakar pemasaran Al Ries di buku terbarunya War in the Boardroom juga menyesalkan. Menurutnya, kekacauan bisnis sering terjadi gara-gara manajemen itu berpikir terlalu kiri. (Maaf Al Ries, soal ini, saya sudah duluan. Saya sudah menulisnya di buku 10 Jurus Terlarang!Tahun 2006 yang lalu)
-Sepasang pengusaha, Purdi Chandra dan Bob Sadino, turut menyesalkan, “Golongan Kiri itu sok tahu dan sok pintar. Padahal, dari segi duit, mereka itu tidak ada apa-apanya.”
-Golongan Kanan, lantaran berpikir holistik, menguasai interpersonal, dan terbiasa dengan perubahan, maka mereka maklum bahwa bukan cuma satu jawaban benar.
-Ingatlah kalau boleh di identifikasikan, kanan itu kaya. Kiri itu kere.
-Ingat juga, rezeki yang tidak disangka-sangka, Itulah rezeki otak kanan.

Sumber: 7 Keajaiban Rezeki
By: Ippho Santosa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter