BAB 2. PIAGAM TERTINGGI
Akhir Maret 2010, buku 7 Keajaiban Rezeki kami launching bersama Badroni Yuzirman, Tom Mc Ifle, A. Pramono, dan kawan-kawan lainnya. Buku ini kan menjanjikan perubahan besar-besaran dalam 99 hari. Ini tidak main-main, karena nama kami taruhannya. Alhamdulillah, berdasarkan testimoni yang kami terima, orang-orang yang bersungguh menerapkannya malah mengalami perubahan besar-besaran dalam waktu kurang dari 99 hari! Bahkan ada yang kurang dari 1 hari!
Nah, apa rahasianya? Sederhana saja. Betul-betul sederhana. Menurut pengakuan mereka, pertama, mereka langsung menerapkan tanpa menunda satu hari pun. Kedua, mereka betul-betul menerapkan tanpa meragukan satu hal pun. Ketiga, mereka memahami konsep pamrih secara utuh, tanpa celah sedikit pun. Cuma itu. Dengan izin-Nya, maka terjadilah. Silakan Anda simak pengalaman mereka di bagian testimoni.
Adapun syarat ketiga sering menjadi keberatan para peserta di seminar kami. Yah, tentang pamrih dalam beramal. Inilah yang membuat kami merasa perlu menyediakan satu bab khusus tentang pamrih dalam beramal. Disini kami coba meluruskan kembali konsep pamrih. Kira-kira begini keberatan mereka:
• “Nggak boleh pamrih dalam beramal!”
• “Nggak boleh berharap!”
• “Nggak boleh meminta!”
• “Itu namanya tidak ikhlas!” Sebenarnya, inilah mitos dalam beramal.
Bahkan mitos terbesar abad ini! Sehingga gagal menggerakkan 7 Keajaiban Rezeki secara sempurna. Karena setidaknya ada delapan alasan untuk pamrih, berharap, dan meminta dalam beramal. Tidak percaya? Yah, Anda buktikan saja .
Sumber: Percepatan Rezeki
By: Ippho Santosa

Komentar Terbaru