Keteladanan Yang Salah

Sayang beribu sayang, kadang kita lebih percaya pada Robert Kiyosaki ketimbang Nabi. Kadang kita lebih percaya pada Donald Trump ketimbang Abdurrahman bin Auf, Umar bin Khattab, dan Usman bin Affan. Padahal…

• Nabi menjadi pedagang sejak usia 12 tahun.
• Nabi menyerahkan mas kawin senilai ratusan juta rupiah, di usia yang sangat muda, 25 tahun.
• Abdurrahman bin Auf, Umar bin Khatab, dan Usman bin Affan mewariskan harta senilai triliunan rupiah.

Perhatikan baik-baik. Betapa kayanya Abdurrahman bin Auf, Umar bin Khattab, dan Usman bin Affan. Nenek-nenek pikun pun tahu, para sahabat menjadi kaya sama sekali tanpa menonton program Apprentice-nya Donald Trump, dan tanpa kuliah di Universitas Harvard-nya Amerika. (Bukan berarti ini semua salah. Silahkan Anda pelajari.)

Kakek-kakek ubanan pun tahu, para sahabat menjadi kaya hanya dengan berpegang teguh pada ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi. Ternyata ajaran-ajaran itu saja sudah cukup! Yang mana di antara ajaran-ajaran itu adalah sedekah, sholat dhuha, dan sholat tahajjud.

Subhanaallah, betapa indahnya Islam! Agama ini dibawa oleh utusan yang kaya. Ia didampingi oleh istri yang kaya. Ia pun didukung oleh sahabat-sahabat yang kaya. Kemudian ajarannya disebarkan ke seluruh dunia oleh orang-orang kaya. Berbeda dengan agama yang lain, Islam memiliki keteladanan dan ajaran kekayaan yang lengkap.

Ironisnya, kita sering silau dengan sosok-sosok kaya yang lain. Ironisnya lagi, ulama-ulama kita –mohon maaf- sebagian itu miskin. Maka dicarilah dalil-dalil tentang kemiskinan. Dicarilah cerita-cerita tentang sahabat-sahabat Nabi yang miskin. Dicarilah cuplikan-cuplikan kehidupan Nabi ketika tengah miskin. Ini jelas-jelas melemahkan!

Yah, sulit dipungkiri dan diingkari, saat ini motivator-motivator kelas dunia berasal dari Amerika. Kemudian, pendapat mereka dikutip oleh motivator-motivator di tanah air. Padahal, apakah kita sadar, Amerika begitu sesak dengan kasus-kasus kriminalitas, aborsi, perselingkuhan, perceraian, anak yang durhaka, sakit jiwa, dan bunuh diri –melampaui negara mana pun? Apakah kita sadar, di antara motivator kelas dunia itu, banyak yang terlibat perceraian dan bunuh diri? Anda bisa mengecek sendiri riwayat mereka.

Jangan salah paham dulu. Di sini bukan berarti kami mengajak Anda berpikir sempit. Bukan, bukan. Kami pun belajar sungguh-sungguh dari buku dan tokoh mana pun. Tidak pandang bulu. Kecuali yang sudah bulukan, hehehe! Di sini kami cuma ingin mengingatkan, jangan sampai Anda mengagungkan tokoh tertentu secara berlebihan.

Jadi, genggamlah untaian kalimat berikut ini baik-baik. Pertama, silakan Anda baca buku apa pun. Cuma sebelum itu, pastikan dulu apa rujukan utama Anda. Kedua, silakan Anda belajar dari siapapun. Cuma sebelum itu, pastikan dulu siapa teladan utama Anda. Besar harapan kami, sekiranya Anda muslim, Anda akan menjawab, “Al-Quran dan Nabi.” Karena memang janji-Nya adalah benar, kitab-Nya adalah benar, dan nabi-Nya adalah benar.

Sumber: Percepaatan Rezeki
By: Ippho Santosa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter