Benefit #7. Amalan Paling Praktis Sedunia

Kita lanjutkan. Berikut ini adalah amalan-amalan sunnah dan waktu yang diperlukan untuk melakukannya:
• Umrah, seharian (bahkan berhari-hari berada di sana).
• Puasa sunnah, seharian.
• Sholat sunnah, mungkin seperempat jam.
• Membaca kitab suci, mungkin seperempat jam.
• Kalau sedekah? Hanya sekian detik! Tidak percaya? Coba saja hitung, berapa waktu yang Anda perlukan untuk mengambil uang dari kantong Anda, terus Anda berikan uang itu kepada orang lain. Sekian detik kan? Tidak perlu bacaan khusus, tidak perlu gerakan khusus. Praktis kan? Yah, Anda tahu sendiri, orang kanan menyukai sesuatu yang praktis.
• Memang, setiap amalan memiliki keutamaan tersendiri yang tidak bisa dibanding-bandingkan sesederhana itu. Di sini, kami hanya berusaha menunjukkan betapa praktisnya amalan sedekah.

Serunya lagi, sedekah juga dapat ‘membeli’ pahala amalan-amalan yang lain:
• Ingin dapat pahala zikir? Biayai majelis zikir. Insya Allah, Anda turut mendapat pahala zikir.
• Ingin dapat pahala umrah? Biayai umrah orang lain. Insya Allah, Anda turut mendapat pahala umrah.
• Ingin dapat pahala puasa? Siapkan ‘bukaan’ untuk orang berpuasa.
• Ingin dapat pahala ilmu yang bermanfaat? Biayai kegiatan keilmuan.
• Dan masih banyak lagi. Hampir-hampir semua amalan.

Lebih jauh lagi, bukan saja practical, sedekah juga powerful. Beneran! Kalau Anda berpuasa sunnah, sholat sunnah, atau membaca kitab suci, mungkin hanya Anda sendiri yang merasakan dampaknya secara langsung. Nah, kalau Anda bersedekah? Maka Anda dan orang lain turut merasakan dampaknya secara langsung. Sekali lagi, secara langsung.

Di buku kami sebelumnya dibedah secara tajam dan mendalam bahwa setiap kali produktif. Bahkan membuka pintu rezeki banyak orang, mungkin 700 orang. Ujung-ujungnya, itu semua kembali kepada Anda. Betul-betul ajaib, betul-betul gaib!
• Katakanlah, Anda memberikan uang kepada pengemis.
• Dengan uang itu, si pengemis dapat membeli sebungkus nasi.
• Itu berarti, si penjual nasi dapat menjalankan usahanya, menafkahi keluarganya, membuka pintu rezeki para karyawan dan para pemasoknya. Sampai-sampai membuka pintu rezeki para petani dan para buruh.
• Roda ekonomi pun berputar lebih produktif. Right?

Cerita nih. Sewaktu berseminar di Banjarmasin, kami bertemu dengan pimpinan cabang PNM. Kebetulan, ketika itu PNM di sana adalah PNM terbaik se-Indonesia. Hampir-hampir tidak ada nasabah yang menunggak, walau satu hari sekalipun! Luar biasa! Kami tanya sang pimpinan, apa sih rahasianya. Walaupun awal-awalnya mengelak, akhirnya ia menjawab, “Selesai sholat subuh, saya mendoakan nasabah satu per satu, agar lancar bisnisnya.” Wah!

Pendek kata, kalau Anda ingin doa Anda cepat dikabulkan, maka banyakin deh mendoakan orang lain. Lha, doa untuk Anda sendiri? Yah, terakhir saja, sedikit saja. Ini juga yang dipesankan oleh Ust. Yusuf Mansur kepada kami di Masjidil Haram Maret 2010 yang lalu. (Kebetulan Maret 2010, saya umrah bersama keluarga dan saya pribadi ditraktir oleh Ust. Yusuf Mansur.) Kami menyebutnya ini sebagai Faktor Horizontal, di mana kita menunjukkan kepedulian kepada sesama.

Sungguh, Faktor Horizontal adalah salah satu kunci keberhasilan. Ringkasnya begini:
• Anda ingin pintar? Pintarkan orang lain (berbagi ilmu).
• Ingin sukses? Sukseskan orang lain.
• Ingin kaya? Kayakan orang lain.
• Ingin usaha membesar? Besarkan usaha oranglain (pemasok dan mitra).
• Ingin usaha terus membesar? Bagikan sebagian usaha itu kepada orang lain (bagi hasil dengan karyawan).
• Ingin impian terwujud? Wujudkan impian orang lain.
• Ingin doa terkabul? Doakan orang lain.
• Ingin ditolong Allah? Tolong orang lain.
• Ingin dapat uang? Berikan uang kepada orang lain (bersedekah).
• Ingin menyempurnakan sholat? Berikan zakat harta kepada orang lain.
• Ingin menyempurnakan puasa? Berikan zakat fitrah kepada orang lain.

Segala puji bagi Tuhan semesta alam! Betapa indahnya dunia ini sekiranya penghuninya memahami Faktor Horizontal. Andai saja 10 persen orang terkaya di Indonesia menyedekahkan 20 persen penghasilannya (bukan hartanya) kepada orang yang benar-benar membutuhkan, maka tidak ada lagi orang miskin di Indonesia pada tahun itu (dikutip dari Kompas, Oktober 2006).

Soal Faktor Horizontal ini, kebetulan kitab suci menyimpan hikmah tersendiri. Menurut Khalid Al-Jundi, ulama dari Universitas Al-Azhar, selama ribuan tahun Allah telah menurunkan 104 kitab. Lalu, Dia gabungkan 104 kitab itu menjadi 3 kitab, yakni Zabur, Taurat, dan Injil. Terakhir, Dia sempurnakan 3 kitab itu menjadi 1 kitab, yakni Al-Quran.

Sedangkan Nabi pernah berwasiat bahwa intisari dari Al-Quran adalah Al-Fatihah. Intisari dari Al-Fatihah adalah Basmalah. Intisari dari Basmalah adalah Ar-Rahman dan Ar-Rahim, yaitu kasih dan sayang. Jadi, selama ribuan tahun, selain keyakinan, yang paling dikehendaki allah atas manusia adalah kasih-sayang manusia dengan manusia lainnya. Itulah Faktor Horizontal! Itulah sedekah!

(Omong-omong, mau khatam Al-Quran dalam empat menit? Bacalah Al-Nasr empat kali. Kalau tiga menit? Bacalah Al-Ikhlas tiga kali. Kalau satu menit? Bacalah Al-Fatihah satu kali. Kurang-lebih begitulah keutamaannya.)

Sumber: Percepatan Rezeki
By: Ippho Santosa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter