Benefit #4. Bukan Lagi Menjaga Harta, Tapi Meningkatkan Harta

Katakanlah, Anda punya dua orang keponakan. Si abang dan si adik. Suatu hari, Anda memberikan uang Rp 100.000 kepada si abang seraya berpesan, “Uang ini boleh kamu pakai sesukanya. Hanya saja, sebagian tolong kamu berikan kepada adikmu ya.” Kira-kira berapa yang akan diberikan oleh si abang kepada si adik? Yang jelas, tidak mungkin Rp 2.500. Berhubung pesannya sebagian, kemungkinan Rp 20.000 sampai Rp 40.000 yang akan diberikan oleh si abang.

Kurang-lebih begini:
• Kalau sebagian kecil, itulah 5-10 persen.
• Kalau sebagian, itulah 20-40 persen.
• Kalau setengah, itulah 50 persen.
• Kalau sebagian besar, itulah 60-90 persen.

Begitulah, anak kecil saja tahu apa itu sebagian. Masak kita tidak tahu apa itu sebagian? Huh, kebangetan! Bukankah kitab suci berulang kali menganjurkan kita bersedekah sebagian dari harta? Nah, kalaulah kita belum mampu, hendaklah kita bersedekah 20 sampai 40 persen itu cita-cita. Niatkan.

Sidang pembaca sekalian, inilah yang sebenarnya. Dalam kitab suci, bersedekah itu diistilahkan ‘menafkahkan harta’ atau ‘membelanjakan harta’. Itu kan isyarat untuk bersedekah banyak. Eh, sama orang Indonesia istilah itu malah diganti jadi ‘menyisihkan harta’. Pantesan sedekahnya sedikit!

Yang jelas, 2,5 persen itu zakat harta namanya. (Pst, beda dengan zakat fitrah.) Yang jelas pula, secara umum zakat ‘hanya’ mampu menjaga harta, bukan meningkatkan harta. Sedekahlah yang mampu meningkatkan harta. Yap, hampir seluruh dalil menunjukkan demikian.

Kurang-lebih begini:
• Taruhlah harta Anda Rp 1.
• Tanpa zakat, nilainya akan merosot alias kurang dari Rp 1.
• Dengan zakat, nilainya akan terjaga alias tetap di Rp 1.
• Dengan sedekah, nilainya akan meningkat alias lebih dari Rp 1.
• Boleh dibilang, zakat itu proteksi dan sedekah itu investasi.

Perumpamaan lain. Ada seorang investor memberi Anda modal. Jadilah dia dan Anda bekerjasama dengan sistem bagi hasil. Dimana 10 persen hasil untuk dia dan 90 persen hasil untuk Anda. Tentunya Anda senang sekali. Sampai-sampai Anda cengengesan tiga hari tiga malam. Karena menurut Anda, ini merupakan usaha yang betul-betul menguntungkan. Iya kan?

Begitu juga dengan sedekah. Allah, Sang Maha Investor telah memberi Anda modal kehidupan, berupa kekuatan, kesehatan, kecerdasan, dan lain-lain. Sudah sepantasnya Anda senang sekali mengeluarkan 10 persen di jalan-Nya. Toh, yang 90 persen tetap di tangan Anda. Right?

Wong, dalam kehidupan bernegara saja, kita mengeluarkan 10 persen untuk pajak. Mestinya kita berani mengeluarkan lebih dari 10 persen untuk sedekah. Apalagi balasan sedekah jauh lebih pasti dan jauh lebih banyak daripada balasan pajak. Tidak pernah dikemplang! Di buku kami sebelumnya, diuraikan panjang-lebar bahwa sedekah minimal 10 persen itu menjadi semacam pencukup rezeki dan pencukup ibadah.

Sumber: Percepatan Rezeki
By: Ippho Santosa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter