Menikah Cara Kiri

Seterusnya, bagaimana dengan menikah? Beginilah menikah cara kiri:
– berkenalan
– pendekatan
– pacaran
– punya pekerjaan tetap
– punya kendaraan
– punya rumah
– punya isi rumah
– tunangan lamaran
– menentukan hari baik
– seserahan
– menyebar undangan
– akad nikah
– resepsi dari pihak keluarga istri
– resepsi dari pihak keluarga suami
– bulan madu

Padahal, bukan begitu yang diajarkan oleh otak kanan dan agama. Cukup kenalan, lamaran,dan  akad nikah. Selesai! By the way, itu juga yang saya lakukan. Cepat,hemat, dan tepat sasaran ‘kan? Hm, masih ingat kisah karyawati baru yang langsung dilamar di Sepasang Bidadari? Ironisnya, sekarang coba lihat di sekitar kita, betapa banyak orang yang takut menikah hanya gara-gara tidak punya ini dan itu, belum mampu ini dan itu. Yah, otak kirinya sudah kebablasan! (Hei, disini saya bicara soal nikah, bukan kawin! Lha, apa bedanya tanda tanya yah, beda. Kalau nikah, pakai surat. Kalau kawin, pakai urat. Hehehe!)

Lagipula, bukan main pemborosan pernikahan yang telah kita lakukan selama ini, atas nama adat, kebiasaan, tidak mau kalah, dan peristiwa sekali seumur hidup. giliran untuk undangan dan resepsi, puluhan juta siap untuk dihambur-hamburkan.Lha, giliran untuk umroh dan haji, alasannya tidak punya uang. Memangnya, undangan dan resepsi itu hukumnya apa? Umroh dan haji itu hukumnya apa? Pastilah kita maklum, umroh dan haji lah yang mestinya lebih diutamakan.

Sumber: 7 Keajaiban Rezeki
By: Ippho Santosa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter