Dualisme Otak Kiri dan Otak Kanan
Dualisme itu pun terefleksi pada otak kita yang terbelah dengan kedua sisinya dalam dua struktur yang berlawanan. Perbedaan ini diperparah oleh kenyataan bahwa rata-rata orang umumnya memiliki ketidakseimbangan pada dua sisi otaknya. Oleh karena otak kita memfilter kenyataan secara terpisah (split-brain), kitapun cenderung melihat dunia secara men-DUA yang penuh dengan pertentangan (problema) ketimbang melihat dunia dalam ke-SATU-an yang untuk penuh dengan persamaan yang menyenangkan.
Para ilmuan sudah menemukan bahwa otak dibagi dalam duaruang, yaitu otak kiri dan otak kanan. Kedua belahan otak tersebut ternyata memiliki karakter berpikir yang berbeda. Otak kiri mendapat bagian untuk berpikir analitis dan logis. Dengan otak kirilah kita memahami matematika, angka-angka, logika, dan urutan-urutan linear. Kerja otak kanan melingkupi kemampuan spasial, melukis, bermusik, dan melamun. karya-karya kreatif dan imajinatif merupakan hasil kerja otak kanan.
Pembagian Otak kanan dan otak kiri ini berkat jasa ilmuan Roger Sperry dan kawan-kawan yang meneliti peran masing-masing belahan otak (hemisfer) dengan memisahkan kana dan kiri (split brain). Upaya yang dilakukan mereka sejak tahun 60-an tersebut membawa mereka mendapatkan hadiah Nobel berkat teorinya tentang “Dual Brain” dan “Hemispheric Specialization”. Sejak itu orang menganggap bahwa kedua hemisfer mempunyai peranan yang sama pentingnya, walaupun masing-masing fungsinya berbeda bahkan bertentangan.
Kemampuan seseorang bergantung pada bagaimana ia mengaktifkan secara optimal kedua belahan otaknya. Tentu saja tiap tiap orang berbeda. ada yang menonjol menggunakan kemampuan otak kirinya. Ada juga yang dominan mengandalkan otak kanannya. Kedua belahan otak ini sebenarnya selalu melakukan komunikasi. Jadi, tak terpisah sama sekali. Saat ini, para ilmuwan sudah menemukan cara mengukur aktivitas fungsional kedua belahan otak tersebut dengan menggunakan mesin elektro-ensefalograf (EEG).
- Otak kiri
Verbal, proporsional
Proses aritmatik
Logis analitis
Serial
Fokus
Perbedaan
Bergantung waktu
Segmental
Pikiran konvergen
- Otak kanan
Non verbal, imajinatif
Susunan spasial
Holistik-intuitif
Paralel
Difus
Persamaan
Tidak bergantung waktu
Global
Pikiran divergen
Ketika otak kita dalam kondisi lateral dan tidak bersatu kerjanya, kita akan menjalani hidup penuh dengan prasangka. Dalam kondisi ini, satu sisi otaknya yang dominan biasanya otak kiri, reptilian brain, dan pikiran sadar. Sementara otak kanan, neurocortex, dan hati bawah sadar cenderung terabaikan.
Manusia juga menyangka bahwa mereka tidak memiliki hubungan sama sekali satu sama lain dan karenanya boleh saling mengalahkan untuk sukses dalam hidup. Mirip kenyataannya yang terjadi di alam binatang “survival of the fittest”, meskipun di level quanta kita semua sebenarnya saling berdekatan, bersinggungan, bahkan berangkulan satu sama lain.
Semakin otak kita bekerja sendiri-sendiri (semakin tinggi lateralisasi dan tensi atau ketegangan di antara keduanya), semakin parah perbedaan yang terlihat oleh kita, sehingga hidup kita pun akan lebih didominasi oleh perasaan terpisah, takut, cemas, terkucil, dan semakin buruk prasangka kita. Sebaliknya, dengan keselarasan (koherensi) kedua sisi otak yang meningkat, perbedaan di dunia akan terlihat lebih menipis atau bahkan menghilang sehingga rasa damai dan rasa menyatu serta prasangka baik dapat lebih dirasakan kehadirannya.
Prof. DR. Dr H.M Nurhalimah Shahib, seorang ahli biokimia dan biologi molekuler dalam bukunya mengenal Allah dengan mencerdaskan otak kanan menjelaskan: tingkat kemampuan berpikir logis dan tingkat kemampuan “berperasaan” bervariasi antara individu (dan) manusia yang dapat mencapai keseimbangan antara keduanya akan berhasil hidup di dunia dan akhirat.”
Oleh sebab itu, jika kita bisa membuat otak kita “belajar” untuk mau bekerjasama antara kedua sisinya secara lebih koheren dan holistik, kenyataan hidup yang kita alami memang akan berbeda. untuk mencapai itu kita diajarkan untuk menyeimbangkan diri, mau lebih berinteraksi satu sama lain, dan fungsi kan otak kiri dan otak kanan sebagai satu ke-SATU-an.
Inilah yang sesungguhnya kita lakukan secara sistematis dengan teknologi Quantum ikhlas brainwave dan heartwave management.
Sumber: Quantum Ikhlas

Komentar Terbaru