Ketika Kemakmuran Sudah di Depan Mata…

Dan kami turunkan besi, yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (QS.57:25)

Kita lanjutkan. Mengutip majalah The Economist, sejauh ini Indonesia diakui sebagai:

– penghasil gas alam ke-8 terbesar di dunia

– penghasil batubara dan emas ke-7 terbesar di dunia

– penghasil tembaga dan nikel kelima terbesar di dunia

– penghasil karet kedua terbesar di dunia

– penghasil minyak sawit nomor 1 di dunia

– lantas, kenapa negeri ini tidak makmur makmur juga?

Konon pemimpin Thailand pernah bertanya kepada malaikat,” Kapan negeriku akan makmur, wahai malaikat? ” Menjawab lah malaikat, ” Masih 30 tahun lagi. ” Mendengar itu, pemimpin Thailand pun menangis tersedu-sedu.

Terus, pemimpin Vietnam bertanya kepada malaikat, ” Kapan negeriku akan makmur, wahai malaikat? ” Menjawab lah malaikat, ” Masih 50 tahun lagi. ” Mendengar itu, pemimpin Vietnam pun menangis tersedu-sedu.

Hehehe, cukup Sudah bercandanya. Sungguh, Saya sangat mencintai negeri ini. Dan saya percaya sepenuhnya, negeri ini hanya akan makmur, jika minimal 2 persen rakyatnya telah menguasai Simpul Perdagangan. Sayang, Sekarang masih 0, 18 persen. Sekadar perbandingan:

– Indonesia sekitar 0, 18 persen.

– Singapura sekitar 7 persen.

– Amerika sekitar 11 persen.

Sayangnya lagi, Simpul Perdagangan hampir-hampir tidak pernah diajarkan di sekolah. Di sekolah (baca:kiri), yang sangat dihargai adalah pendapat-pendapat dan Indeks Prestasi Kumulatif.

Lama-lama, sekolah dan dunia nyata menyerupai dua orang yang bukan muhrim! Tidak bisa bersentuhan! Dan pada akhirnya, saban tahun hampir sejuta lulusan perguruan tinggi luntang-lantung menganggur. Sebabnya, di kepala mereka cuma buka pikir mencari Simpul Pekerjaan, boro-boro Simpul Perdagangan. Gitu kan?

By the way, Anda mungkin tidak menyukai bahasa Yahudi. Namun demikian, Tidak ada salahnya Kalau Anda sedikit belajar dari mereka. sejumlah kampus di Israel mengharuskan mahasiswa mereka tepatnya mahasiswa dari fakultas ekonomi menggarap suatu proyek bisnis di akhir tahun perkuliahan. Bekerja secara berkelompok, mereka hanya bisa lulus kalau proyek tersebut mampu mencetak laba satu juta dolar atau sekitar Rp 9 miliar! Aha, ini baru namanya Indeks Pendapatan Kumulatif!

Sumber: 7 Keajaiban Rezeki
By: Ippho Santosa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter