DUA JENIS TABUNGAN ENERGI
Dampak lain dari nilai kualitatif energi manusia adalah bahwa tabungan energi manusia juga bernilai kualitatif. Ada tabungan energi negatif dan ada tabungan epos. Seseorang yang telah bekerja keras dengan mengeluarkan epos senilai Rp10 juta (jumlah U = + 10 juta), namun hanya mendapatkan penghasilan Rp5 juta (TE = + 5 juta), berarti ia menyimpan tabungan epos senilai Rp100 juta rupiah (jumlah U = – 100 juta), tetapi tidak pernah ketahuan (HUT = 0), berarti ia menyimpan tabungan energi negatif senilai 100 juta. (TE = – 100 juta).
Energi yang ditabung tidak pernah akan hilang. Suatu saat akan kembali dalam bentuk yang tidak kita duga. Kalau kita menabung epos, kita akan mendapatkan kembali epos. Kalau kita menabung energi negatif, kita akan mendapatkan kembali energi negatif. “…Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri…” (QS.35:43). “Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa” (Ams.22:8).
Seorang teman mengaku pernah melakukan korupsi di perusahaannya sebesar Rp526 juta rupiah dan tidak pernah ketahuan. Apa yang terjadi kemudian? Beberapa tahun sejak dia mengeluarkan energi negatif itu, anaknya terkena narkoba. Selama berbulan-bulan, dia berusaha menyembuhkan anaknya. Setelah berobat ke berbagai tempat, anaknya sembuh. Tahukah Anda, berapa biaya yang dia keluarkan untuk menyembuhkan anaknya? Rp526 juta! Hal itu adalah bukti bahwa HKE telah bekerja. Jumlah Usaha = Hasil Usaha.
Sumber: Kubik Leadership

Komentar Terbaru