BAB 4. PRINSIP ALAM
Suatu hari, seorang bocah miskin bernama Howard Kelly sedang berjualan dari rumah ke rumah demi membiayai sekolahnya. Ia merasa lapar dan haus, tetapi ia hanya punya sedikit uang. Ia memutuskan untuk meminta makanan dari rumah terdekat. Tetapi, ketika seorang gadis kecil membukakan pintu, ia kehilangan keberaniannya. Akhirnya ia hanya meminta segelas air putih untuk menjadi penawar dahaganya.
Gadis muda itu berpikir pastilah anak ini merasa lapar, dibawakannyalah segelas besar susu untuknya. Bocah itu meminumnya perlahan lalu bertanya, “Berapa saya berutang kepadamu?” Si gadis menjawab, “Kamu tidak berutang apa pun, ibuku mengajarkan untuk tidak menerima bayaran apa pun dari perbuatan baik yang kami lakukan.”
Belasan tahun berlalu. Si gadis kecil tadi sudah tumbuh menjadi wanita dewasa. Suatu ketika dia mengalami sakit yang sangat parah. Dokter yang menanganinya merasa bingung dan akhirnya mengirimnya ke seluruh rumah sakit di kota besar untuk mendapatkan pertolongan dokter spesialis. Dalam hatinya dia khawatir bahwa biaya pengobatannya akan sangat besar dan dia takkan mampu untuk membayarnya. Tetapi wanita itu tetap menjalani operasi dan pengobatan karena dia yakin bahwa Tuhan pasti akan memberi pertolongan.
Ketika semua proses pengobatannya selesai, hatinya jadi semakin khawatir karena tak lama lagi dia harus membayar seluruh biaya rumah sakit. Seorang petugas administrasi datang dan menyerahkan tagihan pembayaran kepada wanita itu. Dengan rasa takut, wanita itu membaca slip tagihan itu. Wajahnya terkejut. Pada slip tagihan itu tertera tulisan:
“TELAH DIBAYAR PENUH DENGAN SATU GELAS SUSU.
Tertanda, Dr. Howard Kelly”
Saya telah memperoleh banyak sekali kisah tentang kebaikan seseorang yang kemudian membuahkan kebaikan juga, dan kejahatan yang kemudian mendatangkan musibah. Mungkin Anda juga memiliki kisah-kisah seperti itu karena kisah semacam itu sudah melegenda selama ribuan tahun sejak sejarah umat manusia dimulai. Jung menyebut cerita-cerita tersebut sebagai bagian dari arketic manusia, yang menjadi bagian dari collective unconsciousness kita.
Tetapi kita selalu dibuat berpikir, benarkah cerita-cerita itu hanya pesan-pesan bawah sadar yang mendorong kita cenderung pada kebaikan? Mungkinkah cerita-cerita itu benar terjadi dan membuktikan bahwa di dunia ini memang benar-benar ada pembalasan kebikan atau kejahatan? Apabila benar, apakah hal itu akan terjadi pada setiap manusia? Bagaimana semua itu bisa terjadi? Bagaimana cara kerjanya? Apa dampaknya bagi kita?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, saya mengajak Anda memahami cara alam ini bekerja. Alam bekerja menggunakan seperangkat hukum yang diciptakan Tuhan. Hukum itu diciptakan untuk menjaga keharmonisan alam semesta serta menjamin kesejahteraan makhluk-makhluk ciptaan-Nya.
Setiap manusia tanpa terkecuali terikat pada hukum alam. Tak peduli, apakah dia seseorang yang percaya pada Tuhan ataupun tidak. Sebagai contoh, setiap manusia pasti terikat hukum gravitasi bumi. Ketika melompat, dia pasti akan jatuh kembali ke bumi. Hukum alam bersifat pasti dan teratur serta tidak akan menyimpang sedikit pun. Hukum alam merupakan bentuk kapasitas Tuhan untuk setiap makhluk, sekaligus sistem yang merepresentasikan Maha Adilan-Nya.
Hukum alam yang menjadi pembahasan dalam buku ini adalah Hukum Kekekalan Energi (HKE). Apabila Anda memahami tentang cara kerja HKE, Anda akan mampu menyingkap rahasia-rahsia besar yang ada dalam kehidupan manusia. Anda akan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut:
Kenapa ada orang-orang yang selalu mendapat keberuntungan? Tetapi kenapa selalu ada orang yang selalu ditimpa kemalangan? Apa yang bisa menjamin bahwa usaha kita akan mendapatkan balasan setimpal? Kenapa kita harus memberi yang terbaik, sementara orang lain tidak pernah menghargai jerih payah kita? Kenapa hidup sebagian orang selalu bahagia dan sebagian lainnya selalu dipenuhi kesulitan?
Sumber: Kubik Leadership

Komentar Terbaru