MOTIVASI ADALAH PILIHAN HIDUP ANDA

Karena kebebasan berkehendak adalah dasar dari kemanusiaan, kita diperbolehkan memilih seperti apa yang mau dipakai. Kita bisa memilih rumus motivasi To Be x To Have x Valensi seperti yang diuraikan di awal buku ini atau rumus To Be x 1/To Have x Valensi. Keduanya bisa mengantarkan kita pada kesuksesan. Tetapi, keduanya tetap berbeda. Rumus pertama cenderung membawa kita pada kesuksesan jangka pendek serta berpeluang merusak perjalanan hidup kita. Rumus kedua dapat membawa kita pada kesuksesan jangka panjang dan prestasi yang fenomenal.

Kebanyakan orang menapaki hidup pada jalur motivasi pertama. Itu sah-sah saja. Ada juga yang berhasil, karena to have memang diperbolehkan. Tapi saya mengajak Anda memilih rumus motivasi kedua. Alasannya begini. Sebagai manusia kita memiliki kapasitas untuk melakukan hal-hal besar dan menciptakan karya-karya yang melegenda. Jadi, kenapa kita harus membatasi diri kita sendiri dengan pencapaian yang serba tanggung? Lagi pula rumus motivasi kedua membuat hidup kita lebih tenang, lebih bahagia, dan lebih dicintai. Kita akan berada jauh dari segala sesuatu yang dapat merusak kehidupan, seperti frustasi dan kekhawatiran.

Menurunkan tingkat to have memang tidak gampang karena nafsu terus bergejolak mendesak berbagai keinginan. Oleh karena itu, menurunkan to have harus ditafsirkan sebagai memilih hidup bersahaja, walaupun kita memiliki uang yang bisa membuat kita menikmati hidup mewah.

Darwin E Smith adalah CEO Kimberly-Clark yang mampu mengubah perusahaan kertas tua yang tidak menarik menjadi perusahaan ternama di dunia yang mampu mengalahkan perusahaan besar seperti Scott Paper dan bahkan Procter & Gambler. Tapi kehebatannya tidak membuat ia ingin menjadi terkenal. Sebaliknya, dia lebih senang bekerja di belakang layar dan memilih hidup sederhana yang jauh dari gaya hidup mewah. Dia senang bergaul dengan para penebang kayu, tukang pipa, tukang listrik, dan lain-lain dengan kehidupan yang biasa-biasa saja. Smith menghabiskan masa liburan di pedesaan dan berpakaian sederhana dengan jas usang JC Penney, dan belanja di departement store untuk kalangan menengah ke bawah. Smith adalah orang yang hidup dengan to have yang rendah.

Cara hidup sederhana juga dianut oleh David Packard, salah satu orang paling cerdas di Lembah Silikon dan pendiri Hewlett-Packard. Dia tinggal di rumah kecil yang dibangun sendiri dengan istrinya pada 1957. Rumahnya menghadap ke sebuah kebun sederhana dengan dapur kecil. Perabot sederhana dalam ruang tamunya mencerminkan orang yang tidak memerlukan simbol material untuk mengatakan, “Saya miliarder. Saya orang penting. Saya sukses”. Pada akhir hidupnya, Packard mewariskan US$5,6 miliar kepada yayasan amal.

Jika Anda merasa sulit merendahkan to have, setidaknya abaikan to have Anda. Bekerjalah sebaik mungkin dan semaksimal mungkin. Jangan pedulikan, apakah bayaran Anda setimpal dengan pekerjaannya. Ini artinya Anda meninggikan to be (prestasi) dan mengabaikan to have (imbalan). Jangan pernah berharap mendapatkan pujian dari apa pun yang kita lakukan. Jangan pernah hidupkan hal-hal berbau to have di kepala kita. Sekali lagi, abaikan to have Anda!

Motivasi jangka panjang memang bukan pilihan populer. Banyak orang tidak berani menjalani hidup dengan motivasi jangka panjang karena mereka tidak yakin dengan kemampuan dirinya dan khawatir tidak bisa menikmati perjalanannya. Mereka juga takut terhadap hal-hal yang tidak mereka ketahui sebelumnya.

Rumus motivasi mana yang akhirnya Anda pilih? Tentu Anda sendiri yang menentukan. Namun, yang pasti, pilihlah dengan bijaksana karena pilihan itu bisa mengubah hidup Anda.

Jalan yang tidak kutempuh
Dua jalan bercabang dalam remang hutan kehidupan,
Dan sayang aku tidak bisa menempuh keduanya
Dan sebagai pengembara, aku berdiri lama
Dan memandang ke satu jalan sejauh aku bisa
Ke mana kelokannya mengarah di balik semak belukar;

Kemudian aku memandang yang satunya, sama bagusnya,
Dan mungkin malah lebih bagus
Karena jalan itu segar dan mengundang
Meskipun tapak yang telah melewatinya
Juga telah merundukkan rerumputannya,

Dan pagi itu dua-duanya sama-sama membentang
Di bawah hamparan dedaunan rontok yang belum terusik.
Oh, kusimpan jalan pertama untuk kali lain!
Meski tahu semua jalan berkaitan
Aku ragu akan pernah kembali.

Aku akan menuturkannya sambil mendesah
Suatu saat berabad-abad mendatang;
Dua jalan bercabang di hutan, dan aku-
Aku menempuh jalan yang jarang dilalui,
Dan itu mengubah segalanya.
-ROBERT FROST (1916)

Sumber: Kubik Leadership

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter