Sekali Lagi, Benarkah Kaya itu Mudharat?
Alkisah, suatu saat nanti di depan pintu surga, berdirilah seorang dosen, seorang dokter, dan seorang ulama. Ceritanya, mereka sedang antri memasuki surga. Dulunya, selama di dunia si dosen telah mendidik banyak mahasiswa. Si dokter telah menyembuhkan banyak orang sakit. Si ulama telah membimbing banyak orang yang berdosa. Jadi, masing-masing menganggap dirinya yang paling berjasa, sehingga masing-masing merasa berhak untuk masuk surga duluan. Mereka pun rebutan.
Tahu-tahu datanglah pengusaha. Lantas, Apa kata mereka? Kata si dosen, ” Nah, ini dia pengusaha kita! Beliaulah yang membangun kampus, tempat saya mengajar. ” Kata si dokter, ” Beliau juga yang membangun klinik, tempat saya praktek. ” Kata si ulama, ” Beliau juga yang membangun rumah ibadah, tempat saya ceramah “.
Akhirnya, mengingat jasa-jasa si pengusaha, maka baik si dosen, si dokter, maupun si ulama, sepakat untuk mempersilahkan pengusaha untuk masuk surga duluan! Hehehe! Yah, cerita ini seratus persen fiktif. Ngasal aja. Tapi hikmahnya sangat jelas, pengusaha itu teramat besar jasanya. Nah, dengan menjadi pengusaha baik-baik, mudah-mudahan kita akan menjadi penghuni kuadran kanan dan golongan kanan (penghuni surga). Amin?
Sumber: 7 Keajaiban Rezeki
By: Ippho Santosa

Komentar Terbaru