Bonus Langsung Rp 900.000,-_
Sekitar 40 tahun yang silam…
• Seorang anak di Palembang berkata, “Saya ingin nyohor.”
• Seorang anak di Lampung berkata, “Saya ingin jadi pengusaha.”
• Seorang anak di Jakarta berkata, “Saya ingin jadi presiden.”
Ternyata, kata-kata mereka bukanlah omong-kosong belaka. Terbukti sekarang, kata-kata mereka menjadi kenyataan.
• Yang pertama dikenal dengan Tantowi Yahya.
• Yang kedua, Purdi Chandra.
• Yang ketiga, Barack Obama.
• Dan benarlah Stephen Covey dalam Seven Habits-nya. Kata-kata itu menentukan nasib.
Makanya, terhadap anak atau keponakan Anda, jagalah kata-kata yang keluar dari mulut mereka –termasuk kata-kata dari orang-orang di sekitarnya. Pastikan semuanya positif. Karena pelan-pelan kata-kata itu akan masuk ke otak bawah sadarnya. Seterusnya dengan izin Allah, semesta dengan Law of Attraction-nya akan mewujudkan kata-kata tersebut, terlepas ia menyadari atau tidak, terlepas ia menyukai atau tidak. Yah, siapapun maklum, kata-kata itu semacam doa.
Bukankah Allah itu serupa dengan persangkaan hamba-Nya? Istilah kami, Allah itu Maha Oke. Ketika Anda berkata, “Sepertinya aku bakal gagal nih,” maka Allah akan mengabulkan, seolah-olah menjawab, “Oke! Engkau gagal!” sebaliknya, ketika Anda berkata, “Sepertinya aku bakal sukses nih,” maka Allah akan mengabulkan, seolah-olah menjawab, “Oke! Engkau sukses!” Hehehe! Sekali lagi, jagalah kata-kata Anda. Pastikan semuanya positif.
Ironisnya, survey Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 80 persen anak Indonesia masih dikungkung pikiran negatif dan mental block. Sidang pembaca sekalian, ini adalah tugas kita bersama. Bukan cuma pemerintah. Mari kita positifkan Indonesia. Kebetulan, kami melakukannya melalui buku dan CD. Nah, Anda? Tidak harus seperti kami. Lakukan saja dengan cara Anda sendiri.
Sumber: Percepatan Rezeki
By: Ippho Santosa

Komentar Terbaru