2. CARA TERBAIK MEMBELI IMPIAN

Syahdan cerita, Jaka Tarub mendadak kaya! Padahal dia belum pernah membaca buku mega-bestseller 7 Keajaiban Rezeki. Hehehe! Orang-orang pun pada penasaran, apa rahasianya?

“Jaka Tarub, kok kamu bisa mendadak kaya? Apa sih rahasianya?”
“Hm, sebenarnya ada tiga hal.”
“Apa saja?”
“Pertama, aku bekerja keras.”
“Terus?”
“Kedua, aku menjaga integritas.”
“Terus?”
“Ketiga, aku menikahi janda kaya!”
“Halah, kalau gitu, ndak usah ngomong!”

Hehehe! Memang, menjadi kaya adalah harapan banyak orang. Ketahuilah, kata lain untuk harapan adalah impian. Ketahuilah juga, cara terbaik untuk ‘membeli’ impian adalah dengan meningkatkan amal kebaikan. Misalnya, Anda ingin punya rumah. Selain berikhtiar, Anda juga meningkatkan amal kebaikan. Anda meningkatkan sedekah, sholat dhuha, dan sholat tahajjud. Ya berharap, ya beramal.

Boleh dibilang, inilah manusia level tiga:
• Manusia level satu: kalau lagi punya harapan, imian, atau hajat, maka dia akan berusaha. Yah, Cuma berusaha.
• Manusia level dua: kalau lagi punya harapan, impian, atau hajat, maka dia akan berusaha, berdoa, dan beramal. Ringkasnya, ia ‘membeli’ impian dan ‘mengantar’ hajatnya dengan amal kebaikan. Sekali lagi, ya berharap, ya beramal.
• Inilah cara terbaik untuk ‘membeli’ impian. Inilah bentuk berniaga dengan Allah.
• Ingat, selagi Anda berharap kepada Allah, itulah yang namanya ikhlas. Ingat juga, apabila Anda berharap kepada selain Allah, itulah yang namanya tidak ikhlas. Right?

Membaca ini, mungkin akan muncul percakapan seperti ini…
“Ah, ini duniawi sekali! Amal kok buat jual-beli?”
“Hei, jangan salah! Ini namanya berniaga dengan Allah. Kita kan diajarkan berdoa untuk selamat dunia akhirat. Tentulah kita boleh beramal untuk selamat dunia akhirat. Tepatnya, berharap fadilah dunia akhirat.”
“Tapi…”
“Begini deh. Katakanlah, sekarang Mas tengah dililit utang dan sakit berat. Apa boleh Mas berharap selamat di dunia? Apa boleh Mas berharap lunas utangnya dan sembuh sakitnya? Kalau memang boleh, coba, gimana caranya?”
“Yah, saya akan berusaha.”
“Terus?”
“Saya akan berdoa.”
“Cuma itu?”
“Hm, mungkin saya juga bersedekah, sholat dhuha, dan sholat tahajjud.”
“Nah, itu dia, manusia level tiga! Berusaha, berdoa, dan beramal!”
Begitu, ya.”
“Tambahan nih, sebaik-baiknya adalah beramallah dan berharaplah fadilah untuk dunia akhirat. Jangan untuk dunia tok.”

Sumber: Percepatan Rezeki
By: Ippho Santosa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter