Turunnya Bidadari Kedua
Bukan lebih jantan, melainkan lebih betinalah yang membuat sarang dan mencari makan. Dua ayat dalam Surat An-Nahl atau Surat Lebah (QS. 16:68-69) seolah-olah mengisyaratkan ini. Di mana ayat-ayat tersebut menggunakan kata kerja femina, berkisah tentang lebah yang membuat sarang dan mencari makan.
Yap, Sepasang Bidadari. Kalau orangtua itu adalah bidadari yang pertama, lantas siapakah bidadari kedua? Tidak lain tidak bukan, dia adalah pasangan Anda. Menurut saya, menikah itu berkorelasi positif dengan rezeki. Dan bukan saya saja yang berpendapat begitu. Pengusaha kebab Hendy Setiono juga berpendapat bahwa menikah itu dapat membuka pintu-pintu rezeki. Kalau Anda masih geleng-geleng kepala meragukan, silakan dengar langsung pengakuannya di CD bonus.
Salah seorang pimpinan Asuransi Bumiputera,Bambang Taruno, bercerita, “Maret 1990 saya mulai bekerja di Asuransi Bumiputera. Nah, ketika itu, saya sedang mewawancarai seorang karyawati baru. Orangnya pendiam, keibuan, dan anggun. Saya pun langsung berpikir bahwa dia adalah jodoh saya. Siang hari, sewaktu bertemu dengannya untuk yang ketiga kalinya, saya memberanikan diri untuk menegurnya . . dan melamarnya! Terang saja, ia kaget dan tidak bisa menjawab! Wong,baru kenal! Ngomong-ngomong, kenapa saya tidak bertindak secepat itu?Sebenernya, sebelumnya saya sudah mengamati dia di musala kantor. Saya amat-amati, kok dia berdoa lamaaaa banget. Bahkan berdoanya sampai menangis. Menurut saya, inilahcalon istri yang shalehah.”
Lanjut Bambang, “Tidak tunggu lama-lama, malamnya saya langsung menemui ibunya, melamar. Ternyata, dia sudah memiliki teman dekat,seorang pria mapan. Saya cuma bilang, ‘Coba kamu tanya dia, kapan dia mau menikahai kamu. Aku beri waktu 3 hari. Kalau dia bis amenjawab dengan meyakinkan, berarti akulah jodohmu-pendamping hidupmu yang dikirim Allah.’ Rupa-rupanya, si pria itu tidak berani memberikan jawaban. Ringkas cerita, sekitar 2 minggu kemudian kami pun melangsungkan pernikahan. Saat itu, usia saya 24 tahun dan istri saya 22 tahun. Dengan begitu, kami pacarannya, yah setelah menikah. Jangan salah, itu malah lebih nikmat. Alhamdulillah, sekarang kami sudah dikaruniai 4 orang anak.”
Bambang pun berpesan, “Banyak orang yang menunda menikah, karena alasan belum punya pekerjaan tetap, rumah, isi rumah, mobil, dan lain-lain. Padahal makin bertambah umur, makin banyak pertimbangan. Kalau boleh saya menyarankan, jangan takut menikah. Luruskan niat menikah itu karena Allah dan segerakan. Sepanjang kita masih berikhtiar, Allah pasti mencukupkan rezeki kita, istri kita, dan anak-anak kita. Justru dengan menikah, pintu rezeki akan lebih terbuka.” Sebagai tambahan, Bambang bersama istrinya juga rutin mendirikan shalat hajat, tahajjud, witir, dan puasa Senin-Kamis.
Kembali soal keselarasan. Dalam seminar dan pelatihan, saya sering wanti-wanti, ” Rambut sama hitam, tapi impian beda-beda. Apalagi zaman sekarang, rambut ada yang merah, kuning, dan hijau! Right?”
Lalu, saya sambung, “Sepasang suami istri saja, tidur satu ranjang, tidur satu selimut. tapi masing-masing punya mimpi beda-beda! Right?”
Peserta seminar dan pelatiham pum tertawa terkekeh-kekeh mendengarnya. Kesimpulannya, menyelaraskan impian itu memang tidak gampang. Namun, bilamana Anda berhasil meyakinkan Sepasang Bidadari untuk menyelaraskan impian, maka terbukalah lebar-lebar pintu rezeki di hadapan Anda. Ajaib!
Akhirnya, silakan Anda renungkan pernyataan berikut. Setiap pria yang berhasil, ternyata ada seorang wanita yang mendampinginya, dan wanita itu adalah istrinya. Setiap pria yang gagal, ternyata juga ada seorang wanita yang mendampinginya, tetapi wanita itu bukan istrinya. (Itulah sebabnya, apabila pria pulang pagi, lazimnya menghabiskan duit. Sementara, apabila wanita pulang pagi, lazimnya menghasilakn duit. Hehehe, kedua-duanya edan!)
Sumber: Keajaiban 7 Rezeki
By Ippho Santosa

Komentar Terbaru