Memahami Ketidakpastian

Kita lanjutkan. Di satu sisi, rezeki, jodoh, dan maut itu adalah sesuatu yang pasti. Maksudnya, yah, pasti terjadi! Di sisi lainnya , itu semua serba tidak pasti: berapanya, siapanya, dimananya,kapannya, dan bagaimananya. Jadi, lebih besar unsur tidak pastinya ketimbang unsur pastinya. Nah, dengan pola pikir lateralnya, orang yang kuat otak kanannya mampu menyikapi ketidakpastian, perubahan, dan risiko. Maka jadilah mereka penemu dan pemimpin.

Oya, masih ingat kejadian George W. Bush yang dilempari sepatu oleh seorang wartawan? Sungguh, saya pribadi turut menyayangkan kejadian ini. Bukan apa-apa. ‘Kan sepatunya bisa rusak.HHehehe! Maksud Saya, pemimpin itu memang harus mampu menyikapi ketidakpastian, mulai dari lemparan sepatu sampai dengan lemparan dinamit. Terlepas dari itu, salah satu kelebihan bisnis jaringan, seluruh member dilatih oleh support system untuk menjadi pemimpin.

Sebaliknya, dengan pola pikir liniernya, orang yang kuat otak kirinya tidak mampu menyikapi ketidakpastian, perubahan, dan risiko. Maka jadilah mereka pengikut dan bawahan.  Apa yang mereka inginkan hanyalah kepastian. Menurut mereka, biarlah sedikit, asal pasti. Akhirnya, itulah yang mereka dapatkan! Yah, serba pasti semua! Pati kecil gajinya, pasti terbatas pengaruhnya, pasti sedikit pengalamannya, pasti kecil gajinya, pasti terbatas pengaruhnya, pasti sedikit pengalamannya, pasti begitu-begitu saja hidupnya. Namun begitu, pengikut atau bawahan itu tetaplah penting. Tanpa bawahan, apa berani Anda keluar dari rumah? Hehehe!

Sidang pembaca sekalian, orang yang kuat otak kanannya, inilah yang disebut dengan Golongan Kanan. Nah, untuk sepuluh menit kedepan, saya akan menemani dan membimbing Anda untuk menjadi Golongan Kanan. Yah, anggap saja sekarang saya duduk di samping Anda. Bersiap-siaplah!

Sumber: 7 Keajaiban Rezeki
By: Ippho Santosa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter