DUA
Manusia (Seharusnya) Ciptaan yang Sempurna
Engkau berpikir tentang dirimu sebagai seonggok materi semata, padahal di dalam dirimu tersimpan kekuatan tak terbatas.
Ali bin Abi Thalib
Manusia Sebagai Khalifah
Manusia yang memiliki kesadaran tinggi (khalifatullah) sadar bahwa meskipun selalu berusaha dengan tekun sepenuh hati, ia lebih mengandalkan kekuatan doa di hatinya dibandingkan kekuatan pikirannya apalagi ototnya. Dengan kata lain, ia menyadari bahwa realitas hidupnya lebih ditentukan oleh kualitas pikiran dan persaannya ketimbang action-nya.
Inilah yang menjelaskan mengapa banyak orang yang dipenuhi tindakan dalam mengejar goal, target, dan lain-lain, sering tidak mendapatkan hasil yang menggembirakan, sementara mereka yang senantiasa berikhtiar dengan tekun, tenang, dan bahagia karena percaya bahwa Tuhan selalu memenuhi kebutuhannya tampak lebih sukses dan diberkahi.
Seperti kebanyakan orang, dulu saya sering bertanya apa hubungan antara taat beribadah dan tingkat kesuksesan dan kebahagiaan kita. Saya merasa, meskipun sudah berusaha menjadi orang baik dan selalu taat beribadah dan berdoa, kesuksesan dan kebahagiaan sepertinya selalu menjauhi hidup saya. Sementara itu, kita pun diingatkan bahwa banyak ibadah kita yang sia-sia dan hanya memberikan rasa lelah, lapar, dan haus semata.
Jawabannya saya peroleh kemudian, bahwa ternyata saya lupa untuk “mengejar” hati dalam melakukan semua itu.
Sumber: Quantum Ikhlas
By Erbe Sentanu

Komentar Terbaru