8 CARA MENGUBAH TAKDIR

Suatu kesempatan, orang kaya bertanya kepada orang miskin…
“Kok nggak bersedekah, Mas?”
“Nggak ah! Takut berkurang, takut miskin!”
“Takut miskin? Kayak pernah kaya saja!”
“Jangan ngeledek ya!”
“Mas, saya nasehatin nih. Sebenarnya, orang miskin juga perlu bersedekah (QS. 65: 7). Bilal saja pernah disuruh Nabi bersedekah. Supaya rezekinya bertambah, nasibnya berubah.”
“Ah, banyak orang kaya yang tidak bahagia.”
“Iya, Mas. Cuma lebih banyak lagi orang miskin yang tidak bahagia.”
“Jangan salah! Walaupun miskin saya tidak pernah sombong.”
“Lha, itu sih wajar.”
“Ralat. Maksudnya walaupun miskin saya tidak pernah bohong. Selalu jujur.”
“Nah, jujurnya diterusin. Miskinnya jangan diterusin.”
“Tapi, miskin itu kan takdir.”

Jarang-jarang orang sadar bahwa sekitar 5 persen penduduk dunia mengangkangi 80 persen kekayaan dunia. Apakah itu kebetulan? Apakah itu takdir? Hm, bejibun orang yang bersikeras bahwa kaya atau miskin itu adalah takdir. Padahal…
• Telah diulas dan dikupas sebelumnya, pada dasarnya Dia hanya memberikan kekayaan dan kecukupan. Dia tidak pernah memberikan kemiskinan.
• Ketika kalah dalam sebuah perang, Nabi segera instropeksi dan mengoreksi timnya. Bukannya mencari-cari alasan dan menyalah-nyalahkan takdir, layaknya perangai pecundang. (Sebagian kita, sudahlah pencundang, banyak alasan lagi!). Kekalahan itu buah dari doa, ibadah, dan ikhtiar manusia.
• Demikian pula kemiskinan. Itu buah dari doa, ibadah, dan ikhtiar manusia.
• Jadi, kaya atau miskin itu adalah pilihan, bukan takdir.

Nasib berbeda dengan takdir. Bicara soal takdir, rupa-rupanya takdir pun masih bisa diubah. Logikanya begini.
• Allah-lah yang menetapkan takdir, right?
• Nah, sekiranya Dia mau, kira-kira apa Dia bisa mengubah takdir?
• Yah, pasti bisa! Kan Dia itu Maha Berkehendak!
• Yah, pasti bisa! Kan Dia itu Maha Berkuasa!
• Pastilah Dia bisa mengubah segala sesuatu, termasuk takdir, right? Dimana Dia dapat meneruskan ketetapan itu, mengubahnya, atau menghapusnya (QS. 13:39)

Inilah pesan Nabi dan dengarlah baik-baik:
• “Silaturahmi dapat menambah umur dan sedekah dapat mengubah takdir mubram.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ahmad)
• “Tidak ada yang dapat menolak takdir Allah, selain doa. Dan tidak ada yang dapat menambah umur seseorang, selain (perbuatan) kebaikan.” (HR Timidzi)
• “Sesungguhnya doa bermanfaat terhadap sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak takdir, kecuali doa.” (HR Timidzi, Hakim)

Ringkasnya, apabila Dia telah berkenan, maka takdir pun masih bisa diubah dengan trilogi doa, ibadah, dan ikhtiar. Yah, terjawablah sudah!
• Berhentilah menyalah-nyalahkan nasib, takdir, dan Allah.
• Berhentilah menyalah-nyalahkan kebijakan pemerintah, sistem pendidikan, latar belakang keluarga, atau siapapun.
• Para pecundang menganggap orang lainlah yang mesti bertanggung-jawab atas kehidupannya.
• Para pemenang, sebaliknya, menganggap dirinyalah yang mesti bertanggung-jawab atas kehidupannya.
• Ketahuilah, Anda adalah penanggung-jawab atas kehidupan Anda. Termasuk atas kekayaan atau kemiskinan Anda. Sepakat?

Kalau begitu, apakah delapan cara mengubah takdir itu? Catatlah, ini jawabannya. Pertama, yakin. Kedua, yakin. Ketiga, yakin. Keempat, yakin. Kelima, yakin. Keenam, yakin. Ketujuh, yakin. Kedelapan, barulah trilogi doa, ibadah, dan ikhtiar.

Sumber: Percepatan Rezeki
By: Ippho Santosa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter