Poin 6 (Berprasangka Baik dengan Kata “Mungkin”)

By: Ratna Farida
Manusia yang baik adalah yang banyak memberikan udzur kepada orang lain. Kita tidak boleh suudzan sedikitpun kepada orang lain. Seorang muslim yang baik adalah seorang muslim yang paling banyak memberikan udzur. Apakah makna udzur itu sendiri? Maksud udzur di sini adalah keringanan atau pengertian terhadap orang lain atau dalam bahasa mudahnya adalah positif thinking.
Jadi sebaiknya kita terus berjuang supaya senantiasa berprasangka baik dengan mencari udzurnya sebanyak-banyaknya sampai habis dengan kata mungkin.
Contoh : ketika ada orang yang berbuat buruk dan menyakiti kita, kita harus memberikan udzur kepada dia dan berpikir “ mungkin dia tidak tahu, kalau berbuat buruk kepada orang lain sama dengan berbuat buruk untuk diri sendiri. Mungkin dia tidak tahu, kalau berbuat buruk dan menyakiti orang lain adalah rekening keburukan yang suatu saat akan mencair.” Mungkin dia kepepet, mungkin tidak sengaja, mungkin lingkungannya kurang bagus, mungkin. Dan segudang udzur lainnya. Buang pikiran-pikiran negatif dan hindari suudzan.
“Jauhilah kalian dari kebanyakan persangkaan, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa.” (QS. Al-Hujuraat: 12).
Berprasangka buruk kepada orang lain itu dosa. Sehingga bagaimanapun juga, udzur-udzur yang kita berikan kepada saudara kita itu sangat penting untuk menghilangkan atau minimal menghindari prasangka buruk kita kepadanya. Jika kita mampu, berikan 70 udzur atau 70 alasan atau pengertian tentang apa yang saudara kita perbuat kepada kita.
Abu Qilabah ‘Abdullah bin Zaid al-Jarmi berkata: “Jika sampai kepadamu kabar tentang saudaramu yang kau tidak sukai, maka berusahalah mencari udzur bagi saudaramu itu semampumu, jika engkau tidak mampu mendapatkan udzur bagi saudaramu, maka katakanlah dalam dirimu, ‘Mungkin saudaraku punya udzur yang tidak kuketahui’.” Dinukil oleh Abu Nu’aim dalam al-Hilyah (II/285)

Komentar Terbaru