Poin 1 (Menyadari Bahwa Orang yang Mendhalimi yang Rugi)

Balasan Terhadap Orang Dhalim
By: Ratna Farida

“Balasan Terhadap Orang Dhalim”

Anda pernah merasa didhalimi oleh saudara, teman, sahabat, atau tetangga? Lantas, Anda merasa sakit hati dan ingin membalas perbuatan mereka terhadap Anda?

Gambar apakah itu? Ya benar itu adalah gambar balok. Gambar tersebut sangat inspiratif sekali, adalah sebuah perumpamaan. Ketika seseorang mendorong dan menjatuhkan balok, akhirnya seseorang yang menjatuhkan tersebut yang akan menerima akibatnya, dirinya sendiri yang akhirnya akan kejatuhan balok. Ini menggambarkan bahwa ketika orang berbuat keburukan (menjatuhkan balok), sejatinya seseorang tersebut sedang berbuat keburukan untuk dirinya sendiri (akhirnya balok mengenai dirinya).

Dengan keadilan-Nya, Allah menjadikan perbuatan buruk kepada orang lain sebagai sebab keburukan untuk pelakunya. Seseorang yang berbuat buruk kepada orang lain, niscaya keburukan itu akan kembali kepada dirinya. Jika seseorang melakukan keburukan (mencuri, mengejek, membohongi, sombong), itu sebenarnya dirinya sedang berbuat keburukan untuk dirinya sendiri. Keburukan yang dimaksud bisa berhubungan dengan duniawi dan ukhrawi sekaligus. Keburukan yang menimpa urusan duniawi seperti datangnya penyakit, musibah, kesulitan, kepailitan dan yang lain. Adapun keburukan di akhirat, meliputi adzab kubur, hingga peristiwa yang terjadi setelah hari Kiamat. Dan sebaliknya, Allah menjadikan perbuatan baik kepada orang lain sebagai sebab kebaikan untuk pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat.

“Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri” (QS Al-Isra’: 7).

“Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, Maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan. (Al- Jatsiyah : 15)”

. …Ia mendapat pahala (dari kebaikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…. (Al-Baqarah : 286)

“Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya, dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan)” (Al-An’am : 160).

“Barang siapa berbuat kebaikan maka dia berpahala dan akan mendapat pahala dari orang yang mengikutinya. Barang siapa yang berbuat kejahatan maka dia berdosa dan akan mendapat dosa dari orang yang menirunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula (Al-Zalzalah: 7-8).

“Rencana jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakan sendiri.” (Faathir :43).

“Dan siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (Thaha : 124).

#Day4
#30DWC
#30DWCJilid22

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter