HKE PADA MANUSIA

Sebagai makhluk Tuhan, manusia pasti terikat HKE. Semua energi yang masuk ke dalam tubuh akan kita salurkan keluar dalam bentuk yang berbeda-beda. Namun, energi yang keluar dan yang masuk ke dalam tubuh kita jumlahnya sama.

Keterikatan manusia pada HKE berbeda dari makhluk lainnya. Manusia berbeda dari gunung, air, tumbuhan maupun hewan. Manusia selain menjadi bagian dari makrokosmos juga menjadi mikrokosmos yang unik. Sedangkan gunung, air, tumbuhan, hewan hanyalah bagian dari makrokosmos atau alam semesta. Mikrokosmos dan makrokosmos saling berhubungan. Walaupun demikian, manusia memiliki sebuah sistem tersendiri yang melingkupinya. Manusia memiliki semestanya sendiri. Sebagai mikrokosmos, manusia memiliki persamaan dengan alam semesta sebagai makrokosmos.

Persamaan tersebut dijelaskan panjang lebar oleh Masataka Takeshita dalam bukunya Manusia Sempurna Menurut Konsepsi Ibn ‘Arabi. Takeshita mengutip pemikiran Al-Kindi:

”Dalam diri manusia terdapat semua kekuatan yang ada dalam universum (alam semesta), yaitu bertumbuh, kebinatangan, dan rasionalitas. Di dalamnya terdapat unsur tanah, seperti tulang dan sejenisnya; unsur cairan, seperti urat darah halus dan bagian-bagian yang berisi cairan, yakni perut, kandung kemih, dan bagian-bagian lain yang sejenis; mineral-mineral yang tetap dan gusi, seperti otak dan urat saraf; udara dalam interior dan bagian-bagian yang berlubang; api, seperti panas; tumbuh-tumbuhan, seperti rambut; binatang, seperti cacing. Fenomena-fenomena alam seperti hujan, halilintar, gerhana, pelangi, gempa bumi, dan seterusnya, kesemuanya memiliki kesamaannya dalam diri manusia … dan hanya pada manusia semua ini secara keseluruhan ditemukan.”

Dengan adanya persamaan antara unsur-unsur yang ada dalam manusia (mikrokosmos) dan yang ada di dalam alam semesta (makrokosmos) berarti kita bisa menarik kesimpulan bahwa hukum-hukum yang berlaku di makrokosmos juga berlaku di mikrokosmos. Hukum tersebut termasuk HKE.

Sumber: Kubik Leadership

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter