2. Takar Valensi Anda

Sebelum mulai melakukan aktivitas peningkatan valensi, Anda harus menakar valensi Anda saat ini terlebih dahulu. Baru setelah itu Anda dapat menentukan ke mana arah dan seberapa jauh peningkatan yang Anda inginkan. Masalahnya, hingga saat ini tidak ada satu alat pun yang dapat mengukur tingkat valensi seseorang. Saya bahkan tidak percaya kalau ada orang yang mengaku dapat mengukur dengan tepat nilai valensi Anda. Alasannya, faktor yang membentuk kapasitas manusia terlalu banyak dan kompleks, dan bagaimana satu dan lainnya terkait pun masih banyak yang merupakan misteri. Jadi, apa yang harus dilakukan?

Yang dapat kita lakukan adalah membuat perkiraan-perkiraan subjektif dengan cara membandingkan prestasi diri Anda dengan prestasi orang lain. Coba lihat orang yang sepantaran dengan prestasi orang lain. Coba lihat orang yang sepantaran dengan Anda, baik dari segi usia, latar belakang pendidikan, latar belakang keluarga dan lingkungan. Siapa yang lebih berprestasi? Jika jawabannya adalah Anda, berarti valensi Anda lebih baik. Cara lainnya adalah dengan mencoba membenturkan diri Anda pada sebuah tantangan pekerjaan yang besar. Seberapa tahan Anda menghadapi cobaannya? Seberapa mampu Anda menyelesaikan permasalahannya? Seberapa baik hasil kerja Anda? Jawaban Anda terhadap pertanyaan tersebut menunjukkan takaran Anda. Itulah hal maksimal yang dapat Anda lakukan. Itulah valensi Anda.

Sumber: Buku Kubik Leadership

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter