Ketika Pintu-Pintu Rezeki Dibuka..
Pada suatu kesempatan Hermawan Kartajaya, seorang pakar pemasaran kelas dunia yang kebetulan seorang Kristiani keturunan Chinese, mengatakan, ” Nabi Muhammad itu ‘kan pengusaha. Mestinya sih muslim itu juga jadi pengusaha. “
– Jelas, Nabi Muhammad itu pengusaha. Tepatnya, pedagang. Dimana pada usia 20-an, perdagangannya sudah menembus negara-negara tetangga. Bahkan ia lebih lama menjadi pedagang ketimbang nabi. ( Terkait ini, silakan baca lanjutan buku ini yaitu, Percepatan Rezeki dalam 40 Hari dengan Otak Kanan.)
– Istri kesayangan nabi juga pedagang.
– Empat sahabat Nabi, ternyata semuanya pedagang dan hampir semuanya kaya-raya.
– Sepuluh sahabat Nabi yang dijamin masuk surga, ternyata hampir semuanya pedagang.
– Islam pun dibawa masuk ke Indonesia oleh pedagang. Baik pedagang dari Timur Tengah, dari India, maupun dari China. Kebetulan Islam sudah masuk duluan ke sana.
– Sesepuh NU dan Muhammadiyah Zaman dulu juga pedagang.
– Serikat Dagang Islam pun turut berperan besar dalam memperjuangkan kemerdekaan negeri ini.
– Kesimpulannya, Islam sama sekali tidak asing dengan perdagangan.
– Malah Islam sangat menganjurkan perdagangan. Ini terbukti pada salah satu wasiat penting Nabi, ” Berdaganglah engkau, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu berada di perdagangan. ” Inilah dia Pareto Rezeki. Dimana sebagian kecil manusia menguasai sebagian besar rezeki.
– Dengan kata lain, mereka yang tidak menguasai Simpul Perdagangan, maka kemungkinan Pareto Rezeki tidak akan berpihak padanya.
– Sebaliknya, mereka yang menguasai Simpul Perdagangan, maka kemungkinan Pareto Rezeki akan berpihak padanya. Inilah keajaiban besar itu!
Di sini perlu digarisbawahi bahwa umat akhir zaman mulai dari masyarakat Quraisy zaman dulu sampai masyarakat modern zaman sekarang amat mengagumkan para pedagang, karena:
– Para pedagang, merekalah yang menggerakkan roda ekonomi.
– Merekalah yang membuka lapangan kerja.
– Merekalah yang memberi sumbangan besar-besaran.
– Merekalah yang mempengaruhi pemerintah secara langsung.
– Bahkan merelakan yang mengendalikan dunia!
Hitung-hitung, jumlah kaum Yahudi di muka bumi saat ini hanya belasan juta jiwa. Betul sekali, hanya belasan juta jiwa. Namun mereka hampir hampir berhasil memegang Tengkuk Amerika dan Eropa yang itu semua mewakili miliaran juta jiwa. Kok bisa? Yah, karena kaum Yahudi itu menguasai Simpul Perdagangan!
Sumber: 7 Keajaiban Rezeki By: Ippho Santosa

Komentar Terbaru