Bertindak Cara Kiri

Sudah cukup tertawanya. Berikut ini sedikit catatan tentang otak kiri:
– Kalau Anda merancang impian pakai otak kiri, yah susah. Pasti sekadar-sekadar saja impiannya.
– Kalau Anda mencari solusi pakai otak kiri, yah susah. Pasti itu-itu saja jawabannya.
-Kalau Anda menjajal inovasi pakai otak kiri, yah susah. Pasti biasanya cuma ikut-ikutan.
– Kalau Anda bersedekah pakai otak kiri, yah susah. Pasti segitu-gitu saja jumlahnya.
– Kalau Anda membuka usaha pakai otak kiri, yah susah. Pasti kebanyakan, “Hitung-hitung, tapi-tapi, Kalau-kalau, jangan-jangan!”

Demikianlah, Golongan kiri keranjingan dengan segala sesuatu yang:
– Urut
– Teratur
– Terukur
– Terencana
– Tertulis
– Satu per satu
– Fokus
– Pasti
– Masuk akal
– Telah dilakukan selama ini
– Tidak melibatkan banyak orang
– Tidak melibatkan kreativitas, imajinasi, dan perasaan

Pokoknya, Golongan Kiri maunya melakukan hal-hal yang itu itu saja sesuatu yang sangat membosankan bagi Golongan Kanan. Mohon maaf, kalau cuma segitu, pastilah Anda akan menjadi karyawan rendahan sampai lima tahun kedepan. Investor Warren buffet pun sempat terheran-heran, “Saya selalu tercengang melihat orang ber-IQ tinggi yang meniru orang lain tanpa berpikir.” Tidak perlu tercengang apalagi sampai ternganga-nganga. Memang begitulah Golongan Kiri. Bisanya cuma ikut-ikutan.

Padahal:
– Lha, kalau serba urut, giliran mentok pada langkah pertama, maka tidak akan ada langkah kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya.
– Bukankah spontanitas, kreativitas, dan imajinasi dapat menghadirkan sesuatu yang mengejutkan dan menakjubkan?
– Ujung-ujungnya cara-cara kiri inilah yang membuat anda ada menjadi penjagal inovasi, menjadi orang rata-rata, dan menjadi karyawan rendahan seumur-umur. Apa mau?
– Ngomong-ngomong, anda tahu apa apa persamaan iPOD, iPHONE, dan iPPHO? Mungkin, sama-sama inovatif, hehehe!

Contohnya, belajar berenang cara kiri. Anda mau tahu seperti apa? Dia akan mencari buku panduan renang, mencari pelatih renang, latihan di luar kolam, dan latihan di dalam kolam. Entah sekian Minggu, barulah dia bisa berenang. Kelamaan! Lantas, bagaimana dengan belajar berenang cara kanan? Dia akan mencari teman yang bisa berenang, terus langsung nyebur di kolam yang dangkal, bersama teman tersebut. Selesai! Kurang dari satu jam, dia langsung bisa berenang. Ada baiknya anda tahu, bab ini adalah bagian terakhir yang saya tulis di buku ini. Bukan bab ketujuh. Jadi, tidak urut. Beginilah menulis cara kanan. Dan cara ini saya telah terapkan dalam menulis buku-buku saya sebelumnya. Satu kali pun saya tidak pernah menulis urut. Kebaya gak penulis lain yang mengharuskan dirinya untuk menulis serba urut.  Saat dia mentok pada suatu bab, yah mentoklah bab-bab lainnya. Dengarkan saya. Satu-satunya orang yang harus urut adalah tukang urut! Hehehe!

Dalam buku marketing is bullshit . . . Meledakkan Profit dengan Kreativitas dan Otak Kanan, dibeberkan trik-trik kreatif agar Anda dapat menyulap pelanggan jadi pesuruh, sakit jadi duit, sampah jadi rupiah, dan promosi dengan biaya nyaris nol. Keren bin patenkan? Pendek kata, dengan otak kanan, tidak ada yang mustahil!

Sumber: 7 Keajaiban Rezeki
By: Ippho Santosa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter