APA ARTI HKE BAGI MANUSIA
Dengan berlakunya HKE dalam sistem kehidupan manusia, berarti semua bentuk energi yang kita keluarkan pasti tidak akan pernah hilang. Alam yang menjamin bahwa nilai dari bentuk energi kita hasilkan akan sama dengan nilai dari energi yang kita keluarkan.
Setiap hari kita mengeluarkan energi; ketika kita bekerja, ketika menjamu tetangga, maupun ketika mengajar anak-anak tentang kesalehan. Semua tidak akan sia-sia karena energi itu tidak hilang. Energi itu akan menghasilkan energi dalam bentuk lain yang dapat kita rasakan. Misalnya, setelah mengeluarkan energi untuk bekerja, kita akan merasakan energi itu kembali dalam bentuk gaji dan apresiasi dari atasan. Energi untuk mengajar anak-anak tentang kesalehan akan kembali dalam bentuk bakti anak-anak pada kita. Sedangkan, energi ketika menjamu tetangga akan kembali dalam bentuk persahabatan dan kepercayaan. Berdasarkan HKE, nilai energi yang kembali pasti sama dengan nilai energi yang dikeluarkan.
Artinya, apa yang kita usahakan di dalam hidup akan sama dengan apa yang bisa kita hasilkan. Rumusnya adalah:
Jumlah Usaha = Hasil Usaha
Jumlah U = HU
Misalnya, ketika kita mengeluarkan energi atau jumlah usaha yang nilainya 100, pasti kita akan memperoleh kembali enegi senilai 100. Begitupun ketika usaha yang dikeluarkan bernilai satu juta, kita akan memperoleh hasil senilai satu juta rupiah. Tidak lebih dan tidak kurang. Jadi kalau kita ingin mendapatkan hasil usaha senilai Rp10 juta, kita harus melakukan usaha yang nilainya, juga Rp10 juta. HKE akan menjamin imbal-baliknya.
Apa yang Anda rasakan dalam kenyataan hidup sehari-hari? Benarkah logika HKE itu? Terkadang kita sering merasa tidak seperti itu. Kita tidak mendapatkan balasan setimpal atas apa yang telah kita usahakan. Suatu saat, ketika Anda berusaha maksimal, nilai usahanya Rp100 juta, namun kenapa hasilnya hanya bernilai Rp70 juta? Padahal menurut HKE, jumlah usaha sama dengan hasil usaha. Mungkinkah alam mengorupsi sisa energi Anda yang bernilai Rp30 juta? Sebetulnya apa yang terjadi? Apakah hukumnya keliru? Atau ada penyebab lain?
Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, nilai Rp100 juta sebenarnya sudah kembali. Tetapi yang kembali dalam bentuk uang hanya Rp70 juta. Sisa Rp30 juta kembali dalam bentuk lain. Seperti nama baik, kepercayaan dari rekan kerja dan klien serta kesempatan untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.
Kemungkinan kedua, tidak semua hasil usaha yang diperoleh bisa langsung Anda nikmati dan Anda rasakan. Sebab hasil usaha dalam konsep HKE terbagi menjadi dua komponen. Pertama, komponen hasil usaha yang dapat dirasakan langsung dan disebut Hasil Usaha Tampak (HUT). Kedua, komponen hasil usaha yang tidak dirasakan langsung dan disebut Tabungan Energi (TE). Dengan demikian, bila diformulasikan dalam bentuk rumus diperoleh rumusan sebagai berikut:
Hasil Usaha = Hasil Usaha Tampak + Tabungan Energi
Jumlah U = HU = HUT + TE
Dalam contoh kasus di atas, HUT yang Anda terima adalah uang Rp70 juta. Anda juga memiliki TE senilai Rp30 juta. Coba masukkan angka-angka tersebut ke dalam rumus. Jumlah usaha Anda sama dengan hasil usaha yang Anda peroleh, yakni sama-sama Rp100 juta.
Jumlah U = HUT + TE
100 = 70 +30
Dalam ilmu fisika, energi tidak selamanya harus mewujud dan dampaknya terasa langsung. Energi juga bisa disimpan dalam bentuk energi potensial (potential energy). Contohnya, air dalam bendungan. Air di situ diam, tidak bergerak, dan tidak melakukan apa-apa. Tetapi air itu menyimpan energi potensial yang suatu saat akan mewujud. Ketika bendungan dibuka, dengan bantuan daya gravitasi bumi, energi potensial tersebut berubah menjadi energi gerak yang dapat menggerakkan turbin-turbin pembangkit tenaga listrik. Akhirnya, kita bisa melihat hasil kerja air dalam bendungan itu. Contoh tersebut memberi pengertian, bahwa Tabungan Energi yang kita miliki, sesungguhnya adalah energi potensial milik kita. Semakin besar tabungan energi kita, semakin besar pula energi potensial yang kita miliki.
Sumber: Kubik Leadership

Komentar Terbaru