DI MANA LETAK NURANI?

Untuk menemukan nurani, kita harus melihat apa yang membentuk kehidupan psikis kita. C. G. Jung dalam bukunya Memories, Dreams, Reflections, menyebutkan bahwa “dalam diri kita selalu ada dua kutub yang berlawanan, yang secara keseluruhan membentuk kehidupan psikis kita, seperti misalnya unsur maskulin dan feminin, Yang dan Yin, Lingga dan Yoni, dan keduanya selalu dalam tegangan untuk menemukan kesatuan”

Manusia memiliki dua unsur yang menjadi dasar bagi kesadaran dan kehendak manusia. Kedua unsur tersebut adalah akal dan kalbu. Nurani adalah perpaduan sempurna dari akal dan kalbu kita. Ketika sesuatu itu dianggap benar oleh akal dan kalbu kita, itulah suara nurani kita. Jadi, apabila digambarkan dalam grafik, nurani berada di garis 45 derajat antara akal dan kalbu kita seperti yang ditunjukkan oleh grafik di bawah ini. Yang disebut dengan akal adalah pikiran logis kita yang mendorong pada kebaikan, sedangkan kalbu adalah suara hati kita yang mendorong pada kebaikan.

Perlu dipahami bahwa Garis Nurani bukan berarti 50% akal dan 50% kalbu. Tetapi 100% akal dan 100% kalbu. Artinya, ketika kita memutuskan sesuatu berdasarkan nurani kita, saat itu akal kita menyetujuinya 100% dan kalbu kita juga menyetujuinya 100%. Akal dan kalbu tidak berkompromi tetapi bertemu di titik yang sama.

Jung mengatakan, “Pada saat kutub-kutub yang berlawanan tersebut telah terintegritasi dan dapat berhubungan secara damai, seseorang akan merasa seakan-akan seperti dilahirkan kembali. Dalam diri orang itu kini tercipta apa yang Jung sebut sebagai self, yang tercipta secara perlahan dan dengan menggunakan usaha yang besar. Jadi, Self,  juga merupakan tujuan hidup karena self adalah ekspresi yang paling lengkap dari kombinasi yang ditakdirkan”.

Ketika hidup dan tindak tanduk kita berada di Garis Nurani, kita tidak mudah bingung menjalani hidup, tidak tunduk oleh tujuan sesaat, tidak terjebak dalam popularitas semu, serta hidup lebih bahagia dan mulia.

Sumber: Kubik Leadership

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter