Karena Anda Tidak Mungkin Menjadi Raja!
Kita lanjutkan. Perlu juga kita ingat bahwa:
– Seorang Sulaiman (Salomo) kaya dengan menjadi raja.
– Seorang Yusuf kaya dengan menjadi menteri.
– Seorang Muhammad kaya dengan menjadi pedagang.
Ngomong-ngomong, cara manakah yang paling masuk akal untuk mendapatkan kekayaan? Menjadi pedagang, ternyata inilah cara paling masuk akal bagi seluruh umat manusia di sepanjang zaman.
– Berapa persen sih peluang menjadi raja?
– Berapa persen sih peluang menjadi menteri?
– Sebaliknya, terbuka lebar peluang untuk menjadi
pedagang!
Herannya, masih saja ada sekelompok orang pesimis yang membantah, ” Lha, kalau semua orang jadi pengusaha, entar siapa yang jadi karyawannya? Bukankah Yang Maha Kuasa memang sengaja melebihkan rezeki sebagian orang? ” Sambil bercanda, Yah, saya jawab saja sekenanya, “Itu betul! Hanya saja, berusahalah agar kita orang Indonesia yang jadi pengusahanya, yang lebih rezekinya. Dan biarlah negara lain yang jadi karyawannya. Ntar kita impor deh TKI (Tenaga Kerja Inggris) dan TKW (Tenaga Kerja Washington). Hehehe! “
Tapi namun orang-orang pesimis ini Terus saja membantah, ” Tapi, bukankah faktor keturunan itu sangat menentukan seseorang itu bisa jadi pengusaha atau tidak?” Lagi-lagi saya jawab sekenanya, ” Betul sekali! Faktor keturunan itu memang sangat menentukan. Hanya mereka yang keturunan Nabi Adam lah yang bisa jadi pengusaha. Mereka yang bukan keturunan Nabi Adam tidak bisa jadi pengusaha. Kurang yakin? Lihat saja alien dan monyet! Mana ada yang jadi pengusaha? Hehehe! “
Ketika orang orang pesimis menganggap masalah sebagai ancaman, maka Anda yang telah memahami Simpul Perdagangan mudah-mudahan akan menganggap masalah sebagai peluang. Nah, untuk itu, saya punya satu cerita menarik untuk Anda. Pernah dengar cerita buah simalakama? Berdasarkan hikayat, kalau buah ini dimakan, maka bapak akan meninggal. Terus, bagaimana jalan keluarnya?
– Orang yang hanya memahami Sepasang Bidadari akan menjawab, ” Saya bingung. Beneran, saya tidak tahu harus berbuat apa. ”
– Orang yang telah memahami golongan kanan akan menjawab, ” Ya, sudah! Buahnya kita kasih ke monyet saja! Biar dia yang makan!”
– Orang yang telah memahami Simpul Perdagangan akan menjawab, ” Wah, ini rezeki nomplok! Berhubung ini buah langka, gimana kalau kita lelang saja? “
– Akan tetapi, yang mengherankan, ternyata ada juga orang yang berani memakan buah tersebut sampai habis! Sewaktu ditanyakan, dengan enteng orang ini menjawab, ” Tenang saja, Mas! Saya ini sudah yatim piatu! ” Hehehe!
Sumber: 7 Keajaiban Rezeki
By: Ippho Santosa

Komentar Terbaru