Karena Anda Tidak Dapat Membelah Lautan!
Nah, agar dapat berputar dengan baik dan benar, roda perdagangan memerlukan keteladanan (model). Tidak cukup dipandu dengan ayat dan hadit saja. Untuk itulah seorang Muhammad dihadirkan. Tak diragukan lagi, dialah satu-satunya Nabi yang memiliki rentang pengalaman yang begitu luas, sehingga layak diteladani oleh segenap umat manusia di sepanjang zaman. Nggak percaya? Coba saja bandingkan dengan nabi-nabi yang lain.
– Ia pernah jadi orang biasa aku mah pernah juga jadi Nabi.
– Ia pernah jadi orang miskin, pernah juga jadi orang kaya.
– Ia pernah jadi anak, pernah juga jadi ayah.
– Ia pernah jadi bujangan, pernah juga jadi kepala rumah tangga.
– Ia pernah jadi panglima perang, pernah juga jadi kepala negara.
– Ia pernah jadi penggembala, pernah juga jadi pedagang.
– Adakah nabi lain yang memiliki rentang pengalaman begitu luas? Setahu saya, tidak ada.
Masih soal keteladanan. Black eyed peas pernah menuliskan lirik, ” Can you practice what you preach? ” Dapatkah Anda mempraktikkan apa yang Anda teori kan? Dapatkah Anda mengamalkan apa yang Anda ajarkan? Sidang pembaca sekalian, sungguh, tidaklah sempurna sebuah ajaran sebelum adanya suatu keteladanan.
– Bayangkan Anda adalah orang miskin, jangka betulan menjadi umatnya Nabi Sulaiman. Sebagai orang miskin, dapatkah Anda meneladani nabi Anda sepenuhnya? Sedikit banyak, ini menjadi satu tanda tanya. Karena seumur-umur Nabi Sulaiman tidak pernah jadi orang miskin.
– Bayangkan Anda adalah orang kaya, yang kebetulan menjadi umatnya Nabi Syu’aib. Sebagai orang kaya, dapatkah Anda meneladani nabi Anda sepenuhnya? Sedikit banyak, ini juga menjadi satu tanda tanya. Karena seumur-umur Nabi Syu’aib tidak pernah jadi orang kaya. ( Tentu saja, menurut Yang Maha Kuasa, itu adalah yang terbaik pada masa itu.)
– Nabi Idris mencari nafkah sebagai tukang jahit. Nabi Daud, tukang besi. Nabi Zakaria, tukang kayu. Nabi Yusuf, menteri. Nabi Musa, penggembala. Ringkasnya, masing-masing hanya memberikan keteladanan pada satu sisi kehidupan. Kurang lengkap. Pastinya, ini sedikit merepotkan sekiranya Anda mencari nafkah di bidang ketentaraan, pemerintahan, atau perdagangan.
– Tanpa bermaksud mengecilkan peran nabi-nabi yang lain, harus diakui, cuma Nabi Muhammad lah yang mampu memberikan keteladanan untuk seluruh sisi kehidupan. Betul-betul lengkap. Pantaslah dia menjadi nabi akhir zaman.
Dan, baik sebagai panglima perang, kepala negara, kepala rumah tangga, pendakwah, maupun pedagang, Ia menerapkan metode duplikasi. Maksudnya, dia memilih cara-cara yang:
– sangat alami
– sangat manusiawi
– bisa diteladani
– bisa diteruskan
Mari kita lihat satu persatu:
– Demi menjadi panglima perang yang berhasil, dia berlatih, dia bersiasat, dia berjuang. Bukan mengandalkan mukjizat-mukjizat khas Nabi, misalnya menghidupkan orang mati.
– Demi menjadi kepala negara yang berhasil, dia berempati, dia bervisi, dia bersinergi. Bukan mengandalkan mukjizat-mukjizat khas Nabi, misalnya memerintah jin.
– Demi menjadi pendakwah yang berhasil, dia mengadakan percakapan dengan umatnya. Bukan mengandalkan mukjizat-mukjizat khas Nabi, misalnya membelah lautan.
– Begitu pula sebagai pedagang. Demi menjadi pedagang yang berhasil, dia menjaga mutu, dia menjaga amanah, dia menjaga janji. Bukan mengandalkan mukjizat-mukjizat khas Nabi, misalnya meramal melalui mimpi.
Dalam bahasa yang sederhana dapat dikatakan, dia memastikan hampir seluruh caranya sangat alami, sangat manusiawi, dapat diteladani, dan dapat diteruskan, oleh segenap umat manusia sepanjang zaman. Inilah bedanya dengan nabi-nabi sebelumnya. Coba pikirkan, betapa beratnya seandainya Anda menjadi pendakwah di tengah-tengah umatnya Nabi Musa. Rasa-rasanya, mereka tidak bakalan mempercayai Anda dan risalah yang Anda bawa. Penyebabnya sederhana saja. Anda tidak dapat membelah lautan!
Tapi, apa yang terjadi di sekitar saya dan mungkin juga disekitar Anda sangat menyedihkan. Saya melihat langsung dengan mata kepala saya sendiri, betapa banyak pengusaha yang menjalankan usahanya dengan mengharapkan mukjizat gadungan dari dukun, makhluk halus, dan benda-benda keramat. Maka muncullah ritual-ritual aneh dan pernak-pernik yang tidak kalah anehnya. Padahal satu kali pun Nabi tidak pernah memberikan keteladanan aneh-aneh seperti itu. Tidak pernah!
Sumber: 7 Keajaiban Rezeki
By: Ippho Santosa

Komentar Terbaru