Up-grade Demi Fitrah

Agar komputer berjalan dengan baik dan optimal, kita tentu harus merawatnya dengan meng-upgrade secara berkala. Tentu sangat mudah merawat komputer Karena ia memiliki manual book alias buku panduannya. manusia, sebagai operatornya, tinggal mengikuti panduan di dalam buku tersebut maka komputer akan terselamatkan.

Berbeda dengan komputer mekanis, komputer hayati lebih sulit dirawat dan diperbaiki. Ini lantaran komputer (objek) dan operatornya (subjek) adalah sama, yaitu manusia itu sendiri. Inilah yang menyulitkan manusia (operator) untuk bisa melihat permasalahan dalam dirinya sendiri dengan jernih. Manusia dengan segala niat baiknya biasanya sulit mengakui bahwa dirinya bermasalah. Tentu akan susah bagi kita bersikap objektif sekaligus subjektif, bukan?

Untuk mengidentifikasi internal error pada komputer mekanis, kita tinggal melihat ouput di layar monitornya atau kualitas gambar print-out-nya: gambar tidak muncul, atau muncul tapi tidak sempurna, dan sebagainya. Sementara untuk mengidentifikasi internal error pada komputer hayati bisa dilihat dari “gambaran” kualitas hidup seseorang, seperti kesehatan, hubungan dengan sesama, keuangan, pikiran, dan perasaannya. Jika output-nya baik, bisa dipastikan internal error-nya relatif terkendali. Sebaliknya, jika output-nya tidak memuaskan, ada internal error yang perlu serius ditangani lebih dahulu.

Sejatinya, untuk mengatasi virus dan berbagai persoalan teknis pada komputer hayati ini sudah tersedia banyak pilihan. Saat ini sudah mulai banyak yang sadar akan perlunya menyajikan formula yang efektif untuk mengatasi virus komputer hayati tersebut. Sumbernya sudah tersusun dalam ajaran nilai semua agama. Hanya, terkadang belum tersampaikan secara sistematis, efektif, dan ilmiah, sehingga manusia sering kehilangan ruh dari keyakinannya.

Selain itu, kita sendiri tidak pernah menyadari bahwa sesungguhnya diri kita adalah komputer yang sangat canggih. Semua program meng-up-grade maupun program antivirus sudah tersedia di dalam diri kita kalau kita bisa meraih kembali fitrah kita. Hanya saja, kita tidak menyadari atau melupakan semua itu.

Kita memang tak pernah diajarkan bagaimana merawat otak sebagai hardware kita. Coba anda ingat-ingat, pernahkah anda diajari cara mengelola dan merawat otak kita sendiri? sejak taman kanak-kanak sampai kuliah kita senantiasa diminta untuk berpikir, namun tidak pernah diajarkan cara berpikir dan mengolah alat berpikirnya itu dengan baik.

Untuk itulah buku ini bakal saya penting kan sebagai manual book bagi komputer hati anda, untuk meng-up-grade dirinya sendiri. setelah kita pahami itu, diharapkan hidup kita akan menjadi lebih baik. Segala urusan kita, baik karier, pekerjaan, bisnis, kesehatan, maupun keluarga, akan berangsur-angsur menjadi lebih baik. Kita akan kembali memperoleh hak ilahiah kita, fitrah sebagai sebaik-baiknya ciptaan.

Caranya? Dengan memperbaiki dan mengembalikan manusia pada fitrahnya dengan SOP (spritual operating procedure) yang lebih tepat. Teknologi Quantum Ikhlas yang saya formulasikan ini adalah prosedur untuk itu, agar manusia lebih terampil untuk khusyuk dalam beribadah dan berdoa dan terampil untuk berikhlas pada Tuhan. Prosedur ini dilalui dengan:
a). Brainwave management ( upgrade otak dan pikiran)
b). Heartwave management ( upgrade jantung dan perasaan)

Melalui penelitian empiris, dua hal mendasar yang sederhana, scientific,  dan terukur tersebut berhasil relatif cepat dan sangat mengembirakan dalam menghilangkan rasa cemas takut, iri, sombong, dan hawa nafsu, meningkatkan kualitas kesehatan fisik, mental, emosi, dan spiritual, meningkatkan kinerja, sukses karier, kepercayaan diri, kreativitas, intuisi, kemakmuran, jodoh, ketenangan pikiran, perasaan bahagia, damai, perasaan dekat dengan Tuhan.

Dengan SOP baru yang sudah di aplikasikan pada semua bidang/ kegiatan kehidupan, manusia akan secara pasti bisa mengarah kembali pada fitrah kemuliaan dan kesempurnaan yang senantiasa mampu mencapai kebahagiaan dunia-akhirat, lahir dan batin seperti telah disampaikan Tuhan.

Sumber: Quantum Ikhlas
By: Erbe Sentanu

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter