Ketika Bias-Bias Pelangi Diabaikan..

Sekian lama, kisah Ashabul Kahfi menyengat keingintahuan saya. Termakhtub di kitab suci bahwa sekelompok pemuda tinggal di dalam gua selama 300 dan 9 tahun (QS. 18: 25). Benar-benar penasaran saya, kok disebut 300 dan 9 tahun? Kok tidak 309 tahun saja? Kemudian barulah saya ngeh, barangkali ayat ini mengisyaratkan dua penanggalan, yaitu Masehi dan Hijrah. Berdasarkan penanggalan Masehi, jadilah 300 tahun. Berdasarkan penanggalan Hijriah, jadilah 309 tahun. Subhanaallah!

Masih soal waktu. Detik ini juga, coba Anda ingat-ingat kembali Surat Al-Asr. Sudah? Di sini perlu dicatat, yang berikut ini bukan tafsir. Sama sekali bukan. Hanya saja, Surat Al-Asr sedikit-banyak telah mengilhami saya dalam merumuskan sejumlah asumsi. Maka jadilah Kolom A dan Kolom B. Dan di sini Anda boleh juga mengandaikan bahwa waktu adalah uang,

KOLOM A
• Demi masa, manusia akan merugi
• Jika tidak beriman
• Jika tidak berbuat baik
• Jika tidak saling menasihati
• Jika tidak dalam kebenaran
• Jika tidak dalam kesabaran

KOLOM B
• Demi kecepatan, manusia akan merugi
• Jika tidak memiliki impian dan keyakinan
• Jika tidak bertindak (action)
• Jika tidak belajar dan mengajar
• Jika tidak menjaga kepercayaan dan keikhlasan
• Jika tidak menjaga kegigihan

Begitu megah dan gagah Surat Al-Asr ini. Sampai-sampai jika dua orang sahabat Nabi bertemu, maka keduanya tidak akan berpisah kecuali salah satunya membacakan kepada yang satunya surat ini hingga selesei, kemudian mengucapkan salam. Di atas segalanya, Imam Syafii pun menandaskan, “Seandainya Allah tidak menurunkan hujjah kecuali surat ini kepada hamba-hambanya, niscaya cukuplah surat ini bagi mereka.“Subhanaallah!

Kemudian, coba Anda telaah baik-baik Kolom B. Sudah? Ternyata, itu pula semangat yang terkandung dalam Pelangi Ikhtiar di buku mega-bestseller 7 Keajaiban Rezeki. padahal, demi Allah, ketika menyusun Pelangi ikhtiar sepanjang 2008-2009 dahulu, saya sama sekali tidak berpatokan pada Surat Al-Asr. Berapa hari setelah menyadari dan memaknai korelasi ini –sekitar Agustus 2010- saya langsung menangis. Menurut saya, Allah-lah yang telah mengilhami dan mengaturnya sedemikian rupa. Subhanaallah!

Terus, apa kesimpulannya? Ini sih mudah ditebak. Tidak sempurnanya ikhtiar akan berujung pada kerugian. Hei, jangan salah! Walaupun Anda selalu berzakat, Anda selalu membayar hak orang lain, dan Anda selalu menyelaraskan impian, tapi kalau ikhtiar Anda tidak sempurna atau asal-asalan, yah tetap saja semuanya akan berujung pada kerugian. R-u-g-i.

Ini sudah hukum alam. Lihatlah orang-orang di sekitar Anda. Betapa banyak orang yang niatnya baik dan kata-katanya baik, tapi pendapatannya buruk! Penyebabnya yah itu tadi, ikhtiar yang tidak sempurna. Untuk itu, amati dan cermati dengan saksama setiap bias dalam Pelangi Ikhtiar. Mengabaikan dan melalaikan satu bias saja, itu sudah cukup membenamkan Anda pada lumpur kerugian.

Bagi mereka yang sudah membaca buku mega-bestseller 7 Keajaiban Rezeki, tentu paham betul bahwa penerapan Pelangi Ikhtiar tidaklah sesederhana penampilannya. Mereka juga paham betul bahwa setiap bias dibahas secara mengejutkan dan menakjubkan di buku mega-bestseller 7 Keajaiban Rezeki -berbeda dengan buku-buku dan seminar-seminar manapun.

Omong-omong soal ikhtiar, apa bisa kerja cuma ongkang-ongkang kaki, tahu-tahu dapat duit? Sebenarnya sih masih bisa. Tidak percaya? Lihat saja tukang jahit. Kerjanya cuma ongkang-ongkang kaki, tahu-tahu dapat duit! Hehehe! Terus, apa ada pekerjaan yang gajinya sedikit tapi sabetannya banyak? Sebenarnya sih ada. Tidak percaya? Lihat saja kuda lumping. Sabetannya banyak! Hehehe!

Sumber: Percepatan Rezeki
By: Ippho Santosa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter