Ternyata Masih Mental Miskin

Ketika semua usaha sudah dilakukan, semua upaya sudah dikerahkan, tetapi belum juga memberikan hasil yang diinginkan. Apa yang harus dilakukan? Cek mindset Anda yuk?
Teman-teman yang miliuner ini adalah teman nongrong saya.
Yang saya mau ceritakan adalah hubungan pertemuan saya dengan mereka sempat terputus sejak 2003 hingga 2010.
Saya ingat istri saya berkata, “Ayah, kenapa nggak nongkrong lagi sama teman-teman lama?”
Akhirnya saya bertemu mereka.
Selama ngobrol ngalor-ngidul, saya ada merasa janggal. Kok saya merasa nggak pas di situ.
Kali berikutnya saya hadir lagi, juga merasa nggak nyaman. Bulan berikutnya saya lakukan lagi, hadir di pertemuan itu, masih saja saya merasa asing.
Entah kesambet apa, istri saya tahu-tahu ceramah, “Ayah tahu nggak, kenapa Ayah nggak cocok bergabung dengan mereka? Itu karena mindset Ayah miskin. Vibrasi Ayah jadi miskin. Getaran mereka kaya semua, vibrasi mereka makmur. Jelas saja Ayah nggak cocok di sana. Gimana sih?! Kan, Ayah sendiri yang ngajarin untuk membuat mindset kaya. Ubah dong Yah, vibrasinya.”
Perkataan istri saya kena sekali di saya. Kesadaran saya masih miskin. Saya akui. Saya terima. Dan saya buktikan dengan datang lagi ke sana. Benar saja, saya merasa nggak nyaman.
Pembicaraan mereka tentang mobil, tentang materi, membuat saya nggak nyaman. Tapi, saya terus melihat kembali bahwa saya datang dengan tingkat awareness berbeda. Saya mengecek, di mana tidak nyamannya saya.
Bicara hal-hal materi, saya merasa risih, seakan mereka sedang pamer, menyombongkan keduniawian, dan saya
Tidak suka. Namun, saya perhatikan terus perasaan saya sewaktu mereka bicara banyak hal. Ternyata mereka bicara tidak ada kesan sombong atau vibrasi pamer. Lalu kenapa saya nggak nyaman, ya?
Ya mereka membeli barang 10 miliar hanya merupakan nol koma sekian persen dari kekayaan mereka. Sementara, banyak orang membelanjakan 1 juta rupiah saja sudah 30% dari pendapatan mereka.
Pulang dari pertemuan yang masih membuat saya tidak nyaman tersebut, saya mendapatkan satu hal: saya punya kesadaran masih miskin. Titik, nggak usah dibungkus basa-basi. Saya putuskan sejak malam itu, saya mulai mengubah platform saya berpikir dan bertindak. Saya lakukan setiap hari, setiap saat, saya tanam program baru, sangat ekstrem saya menanamnya.
Saya letakkan software baru tentang kemakmuran.
Sampai 2 bulan saya lakukan, saya sampai hafal karena masuk ke subsistem saya yang paling bawah. Akhirnya saya percaya diri, yakin seyakin-yakinnya, bahwa saya adalah mereka. Lalu, saya kontak beberapa sahabat, bertanya kapan ngumpul, yang ternyata dijawab, “Ada nih, malam ini”
Sekarang semua mendadak berubah akrab. Saya nggak pusing lagi urusan Bombardier, Monalisa Project, Azimuth Yacht, Caesar Palace, atau apalah nama yang saya nggak kenal, nggak pengaruh lagi.
#praktekselftalkpostif
#praktekafirmasi
#praktekimpian
#praktekmarketinglangit
#praktekrekeningkebaikan

Komentar Terbaru