Tiga Komoditas Termahal
Sebagai penutup, sejenak mari kita bandingkan ibadah Nabi dengan ibadah kita. Mungkin ‘berbeda sedikit’ saja. Nggak percaya? Lihatlah.
• Nabi itu sedikit-sedikit beribadah. Kita sedikit ibadahnya.
• Nabi itu sedikit-sedikit bersedekah. Kita sedikit sedekahnya.
• Nabi itu sedikit-sedikit sholat sunnah. Kita sedikit sholat sunnahnya.
• Nabi sedikit tidurnya. Kita sedikit-sedikit tidur.
• Nabi sedikit makannya. Kita sedikit-sedikit makan.
• Nah, mudah-mudahan kita bisa mengejar ‘perbedaan yang sedikit’ itu.
Sekarang, pastilah Anda maklum apa yang dimaksud dengan tiga komoditas termahal itu. Yah, apalagi kalau bukan uang, waktu, dan kesehatan. Seseorang belum layak menyandang predikat kaya, kalau hanya menikmati salah satunya. Mesti menikmati ketiga-tiganya. Dan pastilah Anda juga maklum ternyata ketiga-tiganya bisa ‘dibeli’ dengan Koin Keberuntungan, sekurangnya tiga amalan, yakni sedekah, sholat dhuha, dan sholat tahajjud.
Mungkin sebagian dari Anda meremahkan tiga amalan ini, karena merasa berasal dari keluarga yang kaya tujuh turunan. Yah, kami sindir saja, “Masalahnya, Anda adalah turunan yang kedelapan!” Hehehe! Lha, buktinya Anda masih baca buku ini! Menurut kami, andai Anda berasal dari keluarga yang kaya tujuh turunan sekalipun, kaya tujuh tanjakan sekalipun, tetaplah melakukan tiga amalan ini. Yah, agar semuanya –uang Anda, waktu Anda, dan kesehatan Anda- menjadi jauh lebih baik. Right?
Konon, dua orang wanita tengah bercakap-cakap…
“Aku menyesal nikah dengan Jaka Tarub.”
“Lho, kenapa?”
“Semenjak nikah dengan dia, aku malah jadi jutawan.”
“Jutawan? Kan bagus?”
“Bagus apanya? Wong sebelumnya aku ini miliarder!”
Hehehe, ada-ada saja!
Sumber: Percepatan Rezeki
By: Ippho Santosa

Komentar Terbaru