8 UMAT DI DUNIA
Sekarang, mari kita amati dan cermati gambaran besarnya. Saatnya menggunakan otak kanan Anda yang berpikir holistik. Dalam kurun 1.000 tahun terakhir, di banyak bidang-politik, budaya, sains, dan ekonomi- umat Muslim jauh tertinggal dibandingkan umat-umat yang lain. Terus-terang, hati kami terasa ngilu dan pilu ketika harus membeberkan data-data ini.
• Hampir semua negara mayoritas Muslim yang menikmati kemajuan disebabkan oleh sumber daya alamnya (SDA), seperti minyak, bukan karena sumber daya manusianya (SDM).
• Dari 56 negara mayoritas Muslim, masing-masing memiliki rata-rata 10 universitas. Artinya, untuk 1,4 miliar penduduknya hanya tersedia sekitar 600 universitas. Bandingkan dengan India yang punya 8.407 universitas dan Amerika Serikat yang punya 5.758 universitas.
• Dari 1,4 miliar umat Muslim hanya melahirkan 8 peraih Hadiah Nobel. Bandingkan dengan bangsa Yahudi yang jumlahnya hanya 14 juta jiwa ternyata mampu melahirkan 167 peraih Hadiah Nobel.
• Umat Muslim hanya memiliki sekitar 300.000 ilmuwan (yang artinya, 230 ilmuwan per satu juta warganya). Bandingkan dengan Amerika Serikat yang memiliki 1,1 juta ilmuwan (4.099 per satu juta) dan Jepang yang memilii 70.000 (5.095 per satu juta).
Menurut Time beberapa waktu yang lalu, inilah jumlah penduduk dunia:
• Kristen : 2 miliar
• Islam : 1,4 miliar
• Hindu : 900 juta
• Buddha : 360 juta
• Sikh : 23 juta
• Yahudi : 14 juta
• Atheis : 850 juta
• Lain-lain : 525 juta
Ironosinya, menurut Philip Parker, inilah penghasilan per kapita per tahun :
• Yahudi : 16.100 dolar
• Kristen : 8.230 dolar
• Buddha : 6.740 dolar
• Islam : 1.720 dolar
• Sikh : 702 dolar
• Hindu : 392 dolar
Terkadang rasa benci kita terhadap kaum tertentu lebih menggelora dan membara daripada semangat kita untuk berubah dan berbenah. Ini jelas-jelas keliru dan melemahkan diri kita sendiri. Karena kebencian hanya akan memadamkan energi dan mematikan potensi. Detik ini juga, tariklah nafas panjang dan renungkan baik-baik…
• Kalau kita sebagai pribadi, sebagai umat, sebagai bangsa masih miskin dan lemah, yah kita bisa apa? Tolong dijawab, kita bisa apa?
• Ketika ditekan, paling-paling kita cuma bisa mengeluh dan mengutuk. Padahal bangsa Yahudi tahu persis, kutukan kita tidak mempan. Hehehe!
• Boro-boro bisa menyelamatkan Masjidil Aqsha. Lha, masjid di sebelah rumah saja tidak bisa diselamatkan. Terbengkalai sekian lama, karena kitanya miskin dan lemah.
• Kalau kita sebagai pribadi, sebagai umat, sebagai bangsa sudah kaya dan kuat, nah, akan lain ceritanya.
• Kita bisa menjaga diri agar tidak ditekan. Kita juga bisa menjaga pihak-pihak yang benar agar tidak ditekan.
• “Sebaik-baiknya harta berada di tangan orang beriman,” wasiat Nabi. Dengan begitu, orang beriman dapat menyetir dunia ke arah yang lebih baik.
• Lihatlah keadaan sekarang. Minyak Irak dikuasai Amerika. Sebagian Palestina dikuasai Israel. Belum lagi soal rekayasa tragedi WTC dan penyerangan ke Afghanistan. Kita bisa apa?
• Makanya dengan lantang kami meneriakkan, “Kaya itu harus!” Baik sebagai pribadi, sebagai umat, maupun sebagai bangsa!
Sumber: Percepatan Rezeki
By: Ippho Santosa

Komentar Terbaru