Poin 2 (Menyadari Kerugian Jika Kita Tidak Memaafkan)

By: Ratna Farida
Jika kita membiarkan sakit hati terus ada di hati kita dan tidak berusaha untuk memaafkan, kita yang rugi. Dan Allah menyukai hambanya yang suka memaafkan.
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali-Imron ayat 133-134).
Memaafkan kepada orang yang telah menyakiti dan mendhalimi bukan hal yang mudah. Mudah kalau cuma mengatakan “Aku sudah memaafkan,” tapi itu hanya di bibir saja. Hatinya masih belum ikhlas dan belum bisa memaafkan, bahkan sudah berkenbang menjadi dendam dan dengki. Hatinya masih terluka, tergores, teriris-iris, dan belum bisa lepas dari ingatan kejadian menyakitkan itu.
Padahal Islam mengajarkan supaya kita menjadi pribadi yang pemaaf. Janji Allah untuk orang yang memaafkan adalah kemuliaan dan surga.
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda :“Ada tiga golongan yang berani bersumpah untuknya, tidaklah berkurang harta karena shodaqoh, dan tidaklah menambah bagi seorang pemaaf melainkan kemuliaan, dan tidaklah seseorang bertawadhu’ (rendah hati) melainkan akan diangkat derajatnya oleh Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR.Tirmidzi)
Selain itu kita harus menyadari kalau tidak memaafkan, dendam, dengki, kita yang rugi. Sakit hati yang akhirnya membuat kita menjadi dengki dan dendam, itu sangat merugikan.
Bahayanya adalah :
- Sangat menguras energi / energinya bocor sehingga energi untuk aktivitas lain tinggal sedikit.
- Membuat diri kita jadi kurang sehat / sakit.
- Vibrasi negatif tercopy ke kita.
- Menjauhkan kita dari kesuksesan yang diinginkan.
#Day7 #30DWC #30DWCJilid22

Komentar Terbaru