MENGAPA BERPIKIR POSITIF?

MENGAPA BERPIKIR POSITIF?

Perasaan dan perbuatan pasti dimulai dari pikiran. Pikiranlah yang menjadi pendorong setiap perbuatan dan dampaknya. Pikiran akan melahirkan mindset (pola pikir) yang mempengaruhi intelektualitas, fisik, perasaan, sikap, hasil, harga diri, kondisi jiwa, kondisi kesehatan, percaya diri, dll. Proses berpikir yang pertama kita dapatkan dari orang tua, kemudian keluarga, masyarakat, sekolah, teman, media massa, dan diri sendiri.

Manusia setiap hari menghadapi lebih dari 60.000 pikiran. Satu-satunya yang dibutuhkan sejumlah besar pikiran ini adalah pengarahan. Jika arah yang ditentukan bersifat negatif, maka sekitar 60.000 pikiran akan keluar dari memori ke arah negatif. Dan sebaliknya jika pengarahannya positif, maka sejumlah pikiran yang sama juga akan keluar dari ruang memori ke arah yang positif.

Pada tahun 1986, Fakultas Kedokteran San Francisco menyebutkan bahwa lebih dari 80% pikiran manusia bersifat negatif. Hasil penelitian Ini menunjukkan bahwa nafsu cenderung menyuruh pada keburukan. Dengan hitung-hitungan sederhana 80% dari 60.000 pikiran, berarti setiap hari ada 48.000 pikiran negatif. Semua pikiran negatif akan mempengaruhi perasaan, perilaku, serta penyakit yang mendera jiwa raga. Maka kita harus ekstra hati-hati dalam memilih pikiran di benak kita.

Ibnu Qayim berkata, ”Mayoritas orang bahkan seluruhnya (kecuali yang dikehendaki Allah) berprasangka yang tidak benar dan berprasangka jelek kepada Allah. Mayoritas anak Adam berkeyakinan, hak-hak dirinya terzalimi dan bagiannya masih kurang serta berhak mendapat lebih dari apa yang telah Allah berikan kepadanya. Keadaannya mengatakan, ‘Rabb-ku telah berbuat zalim terhadapku dan menghalangi apa yang menjadi hakku,’ sedangkan jiwanya mempersaksikan kepadanya atas hal itu. Ia mengingkari Allah dengan lisannya dan tak takut berterus terang dengannya.

Dalam memanfaatkan kekuatan pikiran itu, tidak semata-mata hanya mendasarkan aspek kekuatan manusia belaka, dan sudah pasti ada campur tangan tangan Allah. Sedangkan campur tangan Allah, juga tidak lepas dari prasangka pikiran kita terhadap-Nya.

Sebagaimana firman-Nya, yang artinya,”(yaitu) mereka (pertolongan Allah) datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatan(mu) terpana dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah“, (Qs. Al-Ahzab 10).

Sebagaimana firman-Nya, yang artinya,” Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apa bila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman (yakin) kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.“, (Qs. Al-Baqarah : 186).

Sebagaimana Rasulullah bersabda, yang artinya, ”Aku (Allah) tergantung pada persangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku bersama hamba-Ku ketika dia mengingat-Ku. Jika dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia mengingat-Ku ditengah orang banyak Aku mengingatnya ditengah orang banyak yang lebih baik daripada mereka….”, (HR. Bukhari Muslim.)

Sebagaimana diriwayatkan Ibn Hussain bahwa Rasulullah bersabda, yanga artinya, ”Aku (Allah) berkata kepada semua penduduk langit dan bumi,” Mintalah kepada-Ku. Aku pun memberikan kepada masing-masing orang, pikiran apa yang terpikir pada semuanya“.

Marilah kita memahami arti pikiran dan terapinya agar pikiran kita selalu positif. Untuk membuat perubahan yang sempurna seperti yang kita inginkan, mulailah dari dalam diri. Senada dengan firman Allah

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Ar Ra’d: 11).

Marilah kita belajar (berilmu), berlatih dan berjuang menerapi pikiran kita. Tentu tidaklah sama orang yang berilmu dengan yang tidak berilmu. Allah berfirman,
“Katakanlah , ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (Az Zumar :9)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter