Amal Sholeh itu Butuh WAKTU dan FINANSIAL

Amal Sholeh itu Butuh WAKTU dan FINANSIAL

Bagaimana mau sebanyak-banyaknya beramal sholeh jika tidak ada FINANSIAL berlebih yang banyak.

Bagaimana mau sebanyak-banyaknya beramal sholeh jika tidak ada waktu.

Banyak orang yang sebenarnya egois, hanya mementingkan diri sendiri, ukurannya diri sediri, punya uang hanya untuk sebesar-besar dinikmati sendiri…

Diajak bisnis yang mudah dan besar beralasan AKU SUDAH CUKUP. Nah kata-kata AKU SUDAH CUKUP itu bukti keegoisan, lah kalau orang itu sudah cukup, ya mari : kepandaianmu, ilmu-ilmumu, kemampuanmu untuk menjadi kaya raya seperti sahabat Nabi yang dijamin masuk surga yang kekayaannya melebihi seluruh kekayaan para sahabat Nabi dijumlah, dan beliau hanya mengambil secukupnya untuk hidup selebihnya untuk beramal sholeh, beliau adalah idolaku, yang selalu aku sebut-sebut setiap sholat, yaitu sahabat Abdurrahman bin Auf.

Betapa nikmatnya : sukses mempunyai bisnis yang besar, mempunyai royalty yang besar, dan semakin terduplikasi semakin besar (karena dimana-mana banyak tumbuh tempat untuk memfotocopy/ duplikasi sistem yang benar dengan pola sederhana sehingga mudah dilakukan oleh sembarang orang sehingga BEBAS WAKTU BEBAS FINANSIAL, tinggal terus membuat program-program usaha amal sholeh dimana-mana dan semoga Allah meridhoinya sehingga menjadi amal jariyah, untuk hidup kita ambil secukupnya, betapa bahagianya sehari-hari melalui perjalanan menebar amal sholeh dimana-mana. Aamiin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter